agunggutamax

Laman

  • Laman 1
  • my photos

my photos



Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Anotomi manusia

Sistem kardiovaskular

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Sistem peredaran darah manusia, pembuluh nadi (arteri) berwarna merah dan pembuluh balik (vena) berwarna biru.

Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular adalah suatu sistem organ yang berfungsi memindahkan zat ke dan dari sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan pH tubuh (bagian dari homeostasis). Ada tiga jenis sistem peredaran darah: tanpa sistem peredaran darah, sistem peredaran darah terbuka, dan sistem peredaran darah tertutup. sistem peredaran darah,yang merupakan juga bagian dari kinerja jantung dan jaringan pembuluh darah (sistem kardiovaskuler) dibentuk. Sistem ini menjamin kelangsungan hidup organisme, didukung oleh metabolisme setiap sel dalam tubuh dan mempertahankan sifat kimia dan fisiologis cairan tubuh. Pertama, darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke sel dan karbon dioksida dalam arah yang berlawanan (lihat respirasi). Kedua, yang diangkut dari nutrisi yang berasal pencernaan seperti lemak, gula dan protein dari saluran pencernaan dalam jaringan masing-masing untuk mengkonsumsi, sesuai dengan kebutuhan mereka, diproses atau disimpan. Metabolit yang dihasilkan atau produk limbah (seperti urea atau asam urat) yang kemudian diangkut ke jaringan lain atau organ-organ ekskresi (ginjal dan usus besar). Juga mendistribusikan darah seperti hormon, sel-sel kekebalan tubuh dan bagian-bagian dari sistem pembekuan dalam tubuh.


Sistem pencernaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Diagram sistem pencernaan manusia bagian perut

Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.

Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.

Sistem endokrin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Kelenjar endokrin utama pada manusia.

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.

Cabang kedokteran yang mempelajari kelainan pada kelenjar endokrin disebut endokrinologi, suatu cabang ilmu kedokteran yang cakupannya lebih luas dibandingkan dengan penyakit dalam.

Sistem kekebalan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah versi yang telah diperiksa dari halaman ini(+)
Ini adalah versi stabil, diperiksa pada tanggal 1 Juli 2010. Ada perubahan templat/berkas menunggu peninjauan.
AkurasiTerperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Sistem kekebalan (bahasa Inggris: immune system) adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang teraberasi menjadi tumor.[1]

Kemampuan sistem kekebalan untuk membedakan komponen sel tubuh dari komponen patogen asing akan menopang amanat yang diembannya guna merespon infeksi patogen - baik yang berkembang biak di dalam sel tubuh (intraselular) seperti misalnya virus, maupun yang berkembang biak di luar sel tubuh (ekstraselular) - sebelum berkembang menjadi penyakit.

Meskipun demikian, sistem kekebalan mempunyai sisi yang kurang menguntungkan. Pada proses peradangan, penderita dapat merasa tidak nyaman oleh karena efek samping yang dapat ditimbulkan sifat toksik senyawa organik yang dikeluarkan sepanjang proses perlawanan berlangsung.[2]


Barikade awal pertahanan terhadap organisme asing adalah jaringan terluar dari tubuh yaitu kulit, yang memiliki banyak sel termasuk makrofaga dan neutrofil yang siap melumat organisme lain pada saat terjadi penetrasi pada permukaan kulit, dengan tidak dilengkapi oleh antibodi.[1] Barikade yang kedua adalah kekebalan tiruan.


Walaupun sistem pada kedua barikade mempunyai fungsi yang sama, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok, antara lain :

  • sistem kekebalan tiruan tidak dapat terpicu secepat sistem kekebalan turunan
  • sistem kekebalan tiruan hanya merespon imunogen tertentu, sedangkan sistem yang lain merespon nyaris seluruh antigen.
  • sistem kekebalan tiruan menunjukkan kemampuan untuk "mengingat" imunogen penyebab infeksi dan reaksi yang lebih cepat saat terpapar lagi dengan infeksi yang sama. Sistem kekebalan turunan tidak menunjukkan bakat immunological memory.[2]


Semua sel yang terlibat dalam sistem kekebalan berasal dari sumsum tulang. Sel punca progenitor mieloid berkembang menjadi eritrosit, keping darah, neutrofil, monosit. Sementara sel punca yang lain progenitor limfoid merupakan prekursor dari sel T, sel NK, sel B.[2]

Sistem kekebalan dipengaruhi oleh modulasi beberapa hormon neuroendokrin.[3]

Sistem integumen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup".


Sistem limfatik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Sistem limfa manusia.

Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya. Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi.


Sistem otot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Sistem otot adalah sistem organ pada hewan dan manusia yang mengizinkan makhluk tersebut bergerak. Sistem otot pada vertebrata dikontrol oleh sistem saraf, walaupun beberapa otot (seperti otot jantung) dapat bergerak secara otonom. Manusia sendiri memiliki sekitar 650 jenis otot rangka. Otot terbagi menjadi 3, yaitu:

Sistem otot manusia

1)Otot Lurik 2)Otot Jantung 3)Otot Polos


Sistem reproduksi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Sistem reproduksi manusia laki-laki

Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organisme yang dipergunakan untuk berkembang biak. Sistem reproduksi pada suatu organisme berbeda antara jantan dan betina. Sistem reproduksi pada perempuan berpusat di ovarium.


Sistem pernapasan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sistem pernafasan)
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Gambar lengkap sistem pernapasan manusia.

Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.

[sunting] Pernapasan dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

[sunting] Pernapasan perut

Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

  1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
  2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

[sunting] Lihat pula


Sistem rangka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.

[sunting] Lihat pula



Sistem urin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Perubahan tertunda ditampilkan di halaman iniBelum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Ginjal dilihat dari belakang tanpa tulang punggung.

Sistem urin adalah sistem organ yang memproduksi, menyimpan, dan mengalirkan urin. Pada manusia, sistem ini terdiri dari dua ginjal, dua ureter, kandung kemih, dua otot sphincter, dan uretra.





Langganan

Postingan
Atom
Postingan
Semua Komentar
Atom
Semua Komentar

Arsip Blog

  • ▼  2010 (6)
    • ▼  Oktober (6)
      • SELAMAT DATANG DI BLOGGER AGUNG GUTAMA<!--more-->
      • Tanpa judul
      • Tanpa judul
      • Tanpa judul
      • BIOLOGI
      • Tanpa judul

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
agunggutama
mahasiswa di STIKes Ceria Buana
Lihat profil lengkapku

faal pernapasan 2

SISTEM PERNAPASAN

Alat-alat Pernapasan Manusia adalah :
1. Saluran lubang hidung (nares anterior)
2. Hidung
3. Tekak (faring)
4. Pangkal tenggorok (laring)
5. Batang tenggorok (trakea)
6. Cabang tenggorok (bronkus)
7. Rongga torak

1) Saluran Lubang Hidung (Nares Anterior)
Adalah saluran-saluran di dalam lubang hidung. Saluran-saluran itu bermuara kedalam bagian yang dikenal sebagai rongga hidung (vestibulum). Vestibulum itu dilapisi dengan epitelium organ yang bersambung dengan kulit. Lapisan ini memuat sejumlah kelenjar sebasea yang ditutupi oleh buluh kasar. Kelenjar-kelenjar itu bermuara ke dalam rongga hidung.

2) Hidung
Ujung hidung ditunjang oleh tulang rawan dan pangkal hidung ditunjang oleh tulang nasalis. Kedua lubang hidung menghubungkan atmosfer dengan rongga hidung. Rongga hidung dibatasi oleh dua tipe mukosa, yaitu mukosa respirasi hangat dan jalannya masuk udara dan mukosa olfaktory yang berisi receptor-receptor saraf pembau. Rongga hidung dibagi menjadi dua kanan dan kiri oleh septum nasalis.
a. Bagian depan septum ditunjang oleh tulang rawan
b. Bagian belakang ditunjang oleh tulang vomer dan tonjolan tulang ethmoid.
Batas-batas rongga hidung adalah bagian bawah (tulang palatum, maksila); bagian samping (tulang maksila, konkha nasalis inferior, ethmoid); bagian atas (tulang ethmoid) dan bagian tengah (septum nasalis).
Rambut-rambut kasar yang bertujuan untuk menjaring debu-debu kasar dan serangga.
Pada dinding lateral terdapat 3 tonjolan yang disebut :
1. Konkha nasalis superior
2. Media
3. Inferior
Maka udara pernapasan akan mengalir melalui celah-celah ketiga tonjolan tersebut dan udara inspirasi akan dipanaskan oleh darah di dalam kapiler dan dilembabkan oleh lender yang disekresikan oleh sel goblet.
Juga debu-debu udara pernapasan dapat diperangkap oleh lendir-lendir digerakkan oleh silia ke belakang menuju faring.
Sel-sel pembau berhubungan dengan saraf otak pertama (nervus alfaktorius).
Empat rongga paranasal berhubungan dengan rongga hidung:
Sinus maksilaris
Frontalis
Ethmoidal
Sfenoidal
Kesebalah atas rongga hidung berhubungan dengan kelopak mata melalui duktus lakminalis. Disebelah belakang rongga hidung berhubungan dengan masofaring melalui dua lubang yang disebelah koane.
Fungsi hidung, terdiri dari :
Bekerja sebagai saluran udara pernapasan
Sebagai penyaring udara pernapasan yang dilakukan oleh bulu-bulu hidung
Dapat menghangatkan udara pernapasan oleh mukosa
Membunuh kuman-kuman yang masuk bersama-sama udara pernapasan oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lender (mukosa) atau hidung.
3) Tekak (Faring)
Tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan. Hubungan faring dengan organ lain = ke atas berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantara lubang yang bernama korona.
Rongga Tekak, dibagi dalam tiga bagian :
1. Bagian sebelah atas yang sama tingginya dengan koana yang disebut nasafaring.
2. Bagian tengah yang sama tingginya dengan istimus fausium disebut orofaring.
3. Bagian bawah sekali dinamakan lanigofaring.

4) Pangkal Tenggorok (Laring)
Laring terdiri dari 5 tulang rawan antara lain :
1. Katilago teroid (1 buah) depan jakun (Adam is Aple), sangat jelas terlihat pada pria.
2. Kartilago ariteanoid (2 buah) yang berbentuk beker.
3. Kartilago krikoid (1 buah) yang berbentuk cincin.
4. Kartilagi epiglottis (1 buah).
Pita suara ini berjumlah 2 buah, dibagian atas adalah pita suara palsu dan tidak mengeluarkan suara yang disebut dengan ventrikularis. Dibagian bawah adalah pita suara yang sejati yang membentuk suara yang disebut vokalaris, terdapat dua buah otot. Oleh gerakan dua buah otot ini maka pita suara dapat bergetar dengan demikian pita suara (rema glottides) dapat melebar dan mengecil, sehingga di sini terbentuklah suara.

Proses Pembentukan Suara :
ü Tahap Mendengar
Sinyal bunyi mula-mula diterima oleh area auditorik primer → menyandikan sinyal tadi ke dalam bentuk kata-kata → di interpretasikan di area wernicke → penentuan buah pikiran dan kata-kata yang akan diucapkan (area wernicke) → penjalaran sinyal ke area brocca melalui fasikulus arkuatus → aktivasi program ketrampilan motorik (area brocca) untuk mengatur pembentukan kata → penjalaran sinyal yang sesuai ke korteks motorik untuk mengatur otot-otot bicara → gerakan otot-otot mulut, lidah, laring, pita suara yang brtanggung jawab untuk intonasi, waktu dan perubahan intensitas yang cepat dari urutan suara.
ü Tahap Membaca
Penerimaan kata-kata lebih banyak pada area visual primer → menyandikan dalam bentuk kata-kata → interpretasi di regio girus angularis → pengenalan penuh di area wernicke → sda.
ü Terbentuknya suara merupakan hasil dari kerja sama antara rongga mulut, rongga hidung, laring. Lidah dan bibir.

5) Batang Tenggorok (Trakea)
Trakea dibagi menjadi dua cabang utama, bronkus kanan dan kiri, yang masing-masing masuk ke paru kanan dan kiri. Cabang terkecil dikenal sebagai bronkiolus.
Panjang trakea 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan disebut karina.

6) Cabang Tenggorok (Bronkus)
Merupakan lanjutan dari trakea ada dua buah yang terdapat pada ketinggian vertebra torakalis ke IV dan ke V. Bronkus kanan lebih pendek dan lebih lebar dan merupakan kelanjutan dari trakea yang arahnya hampir vertikal dari pada bronkus kiri, terdiri dari 6-8 cincin, mempunyai 3 cabang. Bronkus kiri lebih panjang dan lebih ramping dari yang kanan, terdiri dari 9-12 cincin mempunyai 2 cabang dan merupakan kelanjutan dari trakea dengan sudutyang lebih tajam.
Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris dan kemudian bronkus segmentalis. Percabangan ini berjalan terus menjadi bronkus yang ukurannya semakin kecilsampai akhirnya menjadi bronkiolus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli (kantung udara). Bronkiolus terminalis memiliki garis tengah kurang lebih 1 mm. Bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan, tetapi dikelilingi oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Seluruh saluran udara ke bawah sampai tingkat bronkiolus terminalis disebut saluran penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru.
Setelah bronkiolus terminalis terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru-paru, yaitu tempat pertukaran gas.
Asinus terdiri dari
bronkiolus respiratorius, yang terkadang memiliki kantung udara kecil atau alveoli pada dindingnya.
Duktus alveolaris, seluruhnya dibatasi oleh alveolus
Sakus alveolaris terminalis, merupakan struktur akhir paru-paru.
Asinus kadang-kadang disebut lobulus primer memiliki garis tengah kira-kira 0,5 sampai 1 cm. Terdapat sekitar 23 kali percabangan mulai dari trakea sampai sakus alveolaris yang menyerupai anggur, yang membentuk sakus terminalis dipisahkan dari alveolus di dekatnya oleh dinding tipis atau septum. Lubang kecil pada dinding ini dinamakan pori-pori Kohn. Lubang ini memungkinkan komunikasi antara sakus alveolaris terminalis. Alveolus hanya mempunyai satu lapis sel saja yang diameternya lebih kecil dibandingkan dengan diameter sel darah merah.
Alveolus pada hakekatnya merupakan suatu gelembung gas yang dikelilingi oleh jalinan kapiler, maka batas antara cairan dan gas membentuk suatu tegangan permukaan yang cenderung mencegah pengembangan pada waktu inspirasi dan cenderung kolaps pada waktu ekspirasi. Tapi untunglah alveolus dilapisi oleh zat lipoprotein yang dinamakan surfaktan, yang dapat mengurangi tegangan permukaan dan mengurangi resistensi terhadap pengembangan pada waktu inspirasi dan mencegah kolaps alveolus pada waktu ekspirasi. Pembentukan surfaktan oleh sel pembatas alveolus tergantung dari beberapa faktor, termasuk kematangan sel-sel alveolus dan sistem enzim biosintetiknya, kecepatan pergantian yang normal, ventilasi yang memadai dan aliran darah ke dinding alveolus. Defisiensi surfaktan dianggap sebagai faktor penting pada patogenesis sejumlah penyakit paru-paru.

Paru-paru
Paru-paru dibagi menjadi dua :
Paru-paru kanan
Paru-paru kiri

Letak paru-paru :
Pada rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada/kavum mediastinum. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura.

Pleura dibagi menjadi (2) dua :
a. Pleura visceral (selaput dada pembungkus) yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru.
b. Pleura parietal yaitu selaput yang melapisi rongga dada sebelah luar. Antara kedua pleura ini terdapat rongga (kavum) yang disebut kavum pleura.

Paru-paru dapat dikembang kempiskan melalui dua cara :
Diafragma bergerak turun naik untuk memperbesar atau memperkecil rongga dada.
Deviasi dan elevasi tulang iga memperbesar atau memperkecil diavetra anteroposterior rongga dada.

Volume Paru
Volume dan napas (tidal) adalah volume udara yang diinspirasi atau diekspirasi setiap kali bernapas normal, besarnya kira-kira 500 ml pada rata-rata orang dewasa muda.
Volume cadangan inspirasi adalah volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah dan di atas volume alur napas normal dan biasanya mencapai 3000 ml.
Volume cadangan ekspirasi adalah jumlah udara ekstra yang dapat diekspirasi oleh ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi alun napas normal, jumlah normalnya adalah sekitar 1100 ml.
Volume residu yaitu volume udara yang masih tetap berada pada atau dalam paru setelah ekspirasi paling kuat. Volume ini besarnya kira-kira 1200 ml.

Kapasitas paru
1. Kapasitas inspirasi sama dengan volume alun napas ditambah volume cadangan inspirasi. Ini adalah jumlah udara kira-kira 3500 ml yang dapat dihirup oleh seseorang, dimulai pada tingkatan ekspirasi normal dan pengembangan paru sampai jumlah maksimum.
2. Kapasitas residu fungsional sama dengan volume cadangan ekspirasi ditambah volume residu. Ini adalah jumlah udara yang tersisa dalam paru pada akhir ekspirasi normal kira-kira 2300 ml.
3. Kapasitas vital sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah volume alun napas dan volume cadangan ekspirasi. Ini adalah jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan seseorang dari paru, setelah terlebih dahulu mengisi paru secara maksimum dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya kira-kira 4600 ml.
4. Kapasitas paru total adalah volume maksimum dimana paru dapat dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa kira-kira 5800 ml, jumlah ini sama dengan kapasitas vital ditambah volume residu.

Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita kira-kira 20 sampai 25% lebih kecil daripada pria.


7. Rongga Toraks
Paru-paru dan toraks merupakan struktur yang viskoleastik. Sifat elastik paru, seperti dijelaskan di atas, disebabkan, pertama, oleh tegangan permukaan cairan yang melapisi alveolus dan, kedua, oleh serabut elastik di seluruh jaringan paru sendiri. Sifat-sifat elastik toraks disebabkan oleh elastisitas alamiah otot, tendo, dan jaringan penyambung dada. Oleh karena itu, sebagian usaha yang dikeluarkan oleh otot inspirasi selama bernapas adalah untuk meregangkan struktur elastik paru dan toraks.
Daya pengembangan paru-paru dan toraks disebut “compliance”. Ini dinyatakan sebagai peningkatan volume di dalam paru-paru untuk setiap satuan peningkatan tekanan intra-alveolar. ‘Compliance’ gabungan paru-paru dan toraks bersama-sama karena rangka dada sendiri harus diregangkan pula bila paru-paru dikembangkan pada tempatnya. Jadi ‘compliance’ paru-paru normal bila dikeluarkan dari toraks kira-kira 0,22 liter per cm air. Ini menjelaskan bahwa otot-otot inspirasi harus mengeluarkan energi tidak hanya untuk mengembangkan paru-paru tetapi juga untuk mengembangkan rangka dada di sekitar paru-paru.

a. Pengukuran ‘Compliance’ Paru-paru.
‘Compliance’ paru-paru diukur dengan cara sebagai berikut : Pertama-tama, glotis orang tersebut harus terbuka sama sekali dan tetap demikian. Kemudian udara dihirup secara bertahap, kira-kira 50 sampai 100 ml untuk sekali penghirupan, dan pengukuran tekanan dilakukan dari suatu balon intra-esofagus (yang mengukur tekanan intrapleura dengan hampir tepat) pada akhir setiap tahap, sampai volume total udara di dalam paru-paru sama dengan volume tidak normal orang tersebut. Kemudian udara dikeluarkan secara bertahap juga, sampai volume paru kembali ke tingkat ekspirasi istirahat.
b. Faktor-faktor yang Menyebabkan ‘Compliance’ Abnormal.
Keadaan apa pun yang merusak jaringan paru, menyebabkan menjadi fibrotik atau edema, menyumbat bronkiolus, atau dengan cara lain apa pun menghalangi pengembangan dan pengempisan yang menyebabkan penurunan ‘compliance’ paru. Bila memikirkan ‘compliance’ paru dan toraks secara bersama-sama, orang harus memasukan pula setiap kelainan yang mengurangi daya pengembangan sangkar dada. Jadi, kelainan bentuk sangkar dada, seperti kifosis, skoliosis berat, dan keadaan lain yang menghambat pengembangan paru-paru dan toraks, seperti pleuritis fibrosa atau paralisis dan fibrosis otot, semuanya dapat mengurangi daya pengembangan paru dan dengan demikian menurunkan ‘compliance’ total paru.

Macam-macam Pernapasan
a. Pernapasan Dada
Pada waktu manusia/seseorang bernapas rangka dada terbesar bergerak, maka pernapasn ini dinamakan pernapasan dada.
Ini terdapat pada rangka dada yang lunak ialah pada orang-orang muda dan pada perempuan.

b. Pernapasan Perut
Pada waktu bernapas itu diaprgma turun naik, maka corak ini dinamakan pernapasan perut.

faal pernapasan


Fisiologi Pernafasan

Pernapasan Paru-paru (Pernapasan Pulmoner) Merupakan pertukaran oksigen dan karbondioksida yang terjadi pada paru-paru.
Pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan eksterna, oksigen diambil melalui mulut dan hidung pada waktu bernapas dimana oksigen masuk melalui trakea sampai ke alveoli berhubungan dengan darah dalam kapiler pulmonary, alveoli memisahkan aksigen dari darah, O2 menembus membrane, diambil oleh sel darah merah di bawa ke jantung dipompakan keseluruh tubuh.
Gerakan bernapas bergantung pada gerakan diafragma dan otot dinding dada diantara rusuk-rusuk itu. Bila mengerut otot dinding itu membesarkan rongga dada dan menyebabkan tekanan udara berkurang. Ini membuat paru-paru mengembang dan mengisap udara; ketika otot itu kendur, dada mengempis dan udara mengembus keluar.
Fungsi utama pernapasan adalah untuk memperoleh O2 agar dapat digunakan oleh sel-sel tubuh dan mengeliminasi CO2 yang dihasilkan oleh sel.
Respirasi ada dua, yaitu :
Respirasi internal atau seluler, mengacu kepada proses metabolisme intrasel yang berlangsung di dalam mitokondria, yang menggunakan O2 dan mengahsilkan CO2 selama penyerapan energi dari molekul nutrient.
Respirasi eksternal, mangacu kepada keseluruhan rangkaian kejadian yang terlihat dalam pertukaran O2 dan CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh.

O2 masuk ke dalam sel melalui 3 tahap :
1. Ventilasi paru
O2 atm → alveoli
CO2 alveoli → atm
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
- Tekanan O2 atm
- Jalan naps
- Complience dan recoil
- Pusat napas
2. Difusi gas
O2 alveoli → kapiler paru
CO2 kapiler paru → alveoli
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
- Luas permukaan paru
- Tebal membran respirasi
- Jumlah eritrosit/kadar Hb
- Jumlah kapiler paru yang aktif
- Perbedaan tekanan dan konsentrasi gas
- Waktu difusi
- Afinitas gas
3. Transportasi gas
O2 kapiler paru → sel
CO2 sel → kapiler paru
Transport O2:
- Berikatan dengan Hb (97%) membentuk Oxyhemoglobin
- Larut dalam plasma (3%)

Transport CO2:
- Berikatan dengan Hb (30%) membentuk Carbaminohemoglobin
- Larut dalam plasma
- Berikatan dengan H2O sebagai HCO3 (65%)

Faktor-faktor yang mempengaruhi
- Cardiac Output
- Kondisi pembuluh darah
- Exercise
- Eritrosit

Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner :
1. Ventilasi vulmoner, gerakan pernapasan yang menukar udara dalam alveoli dengan udara luar.
2. Arus darah melalui paru-paru, darah mengandung O2 masuk ke seluruh tubuh, CO2 dari seluruh tubuh masuk ke paru-paru.
3. Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian rupa dengan jumlah yang tepat yang bisa dicapai untuk semua bagia.
4. Difusi gas yang menembus membrane alveoli berdifusi daripada O2.
Proses pertukaran O2­ dan CO2, konsentrasi dalam darah mempengaruhi dan merangsang pusat pernapasan terdapat dalam otak untuk memperbesar kecepatan dalam pernapasan sehingga terjadi pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 lebih banyak.

Pernapasan Jaringan (Pernapasan Interna)
Darah merah (hemoglobin) yang banyak mengandung oksigen dari seluruh tubuh masuk ke dalam jaringan akhirnya mencapai kapiler, darah mengeluarkan O2 ke dalam jaringan, mengambil CO2 untuk dibawa ke paru-paru dan di paru-paru terjadi pernapasan eksterna.

Daya Muat Paru-paru
Besarnya daya muat udara dalam paru-paru 4500 ml–5000 ml (4,5-5 liter). Udara yang diproses dalam paru-paru (ekspirasi dan inspirasi) hanya 10%, + 500 ml disebut juga udara pasang surut (tidal air) yaitu yang dihirup pernapasan biasa.

Pengendalian Pernapasan (Kontrol Neurokimia)
1. Pengendalian oleh saraf
Pusat otomatik dalam medulla oblongata mengeluarkan impuls eferen ke blok pernapasan, melalui radik saraf servikalis diantarkan kediafragma oleh saraf premikus.

2. Pengendalian secara kimia
Pengendalian dan pengaturan secara kimia meliputi frekuensi kecepatan dan dalamnya gerakan pernapasan, pusat pernapasan dalam sumsum sangat peka, sehingga kadar alkali harus tetap dipertahankan, karbondioksida adalah produksi asam dari metabolisme dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan.
Kecepatan pernapasan pada wanita lebih tinggi dari pada pria.
Kebutuhan tubuh terhadap O2
4 menit saja tidak terdapat O2, maka akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tidak dapat diperbaiki dan bisa menimbulkan kematian.
Bila O2 tidak mencukupi maka darah merahnya hilang berganti kebiru-biruan misaknya yang terjadi pada bibir, telinga, lengan dan kaki disebut sianosis.

Mekanika Pernapasan
Udara cenderung bergerak dari daerah bertekanan tinggi kedaerah bertekanan rendah yaitu menuruni gerakan tekanan.
Terdapat 3 tekanan berbeda yang penting pada ventilasi :
Tekanan atmosfer (barometric) ® tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara diatmosfer terhadap benda-benda dipermukaan bumi.
Tekanan intra-alveolus (tekanan intrapulmonalis ® tekanan di dalam alveolus.
Tekanan intrpleura (tekanan intratoniks) ® tekanan ini di dalam kantong pleura dan tekanan yang terjadi di luar paru di dalam rongga toraks.

Reflex Batuk
Bronkus dan trakea sedemikian sensitifnya terhadap sentuhan halus, sehingga benda asing dalam jumlah berapapun atau penyebab iritasi lainnya akan menimbulkan refleks batuk.
Disana suatu rangkaian peristiwa otomatis digerakkan oleh lintasan neuronal medulla, menyebabkan efek sebagai berikut :
Kira-kira 2,5 liter udara diinspirasi
Epiglotis menutup dan pita suara menutup erat-erat untuk menjerat udara dalam paru.
Otot-otot perut berkontraksi dengan kuat mendorong diafragma, sedangkan otot ekspirasi lainnya, seperti interkonstalis internus, juga berkontraksi dengan kuat mendorong diafragma.
Pita suara dengan epiglottis sekonyong-konyong terbuka lebar, sehingga udara bertekanan tinggi dalam paru meledak keluar. Kadang-kadang dikeluarkan dengan kecepatan 75-100 m.
Udara yang mengalir cepat tersebut biasanya membawa pula benda asing apapun yang terdapat dalam bronkus dan trakea.

Refleks Bersin
Rangsangan yang menimbulkan refleks bersin adalah iritasi dalam saluran hidung, impuls aferen berjalan dalam nervus kelima menuju medulla, dimana refleks dicetuskan.

Fungsi Pernapasan Hidung
Bila udara mengalir melalui hidung, ada 3 yang tertentu dikerjakan oleh rongga hidung. (F) pelembab udara :
Udara dihangatkan oleh permukaan kontan dengan septum yang lurus, dengan total area kira-kira 160 Cm2.
Udra dilembabkan sampai hamper lembab sempurna sebelum udara meninggalkan hidung.
Udara disaring.
Ukuran partikel yang terjerat dalam saluran pernapasan berukuran kira-kira antara 1-5 mikrometer, mungkin dikeluarkan dalam bronkiolur kecil sebagai akibat presipitasi gaya berat.

Sistem pernapasan melakukan fungsi nonrespirasi lain berikut ini :
Menyediakan jalan untuk mengeluarkan air dan panas.
Meningkatkan aliran balik vena.
Berperan dalam memelihara keseimbangan asam basa normal dengan mengubah jumlah CO2 penghasil asam (H+) untuk dikeluarkan.
Memungkinkan ketika berbicara, menyaingi dan vikalisasi lain.
Mempertahankan tubuh dari infasi bahan asing.
Mengeluarkan, memodifikasi, mengaktifkan, atau menginaktifkan berbagai bahan yang melewati sirkulasi paru.
Hidung bagian pernapasan, berfungsi sebagai organ pembau.

Peredaran darah paru-paru
Paru-paru mempunyai 2 sumber suplai darah, dari arteri bronkialis dan arteri pulmonalis. Sirkulasi bronkial menyediakan darah teroksigenasi dari sirkulasi sistemik dan berfungsi memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan paru-paru. Arteri bronkialis berasal dari aorta torakalis dan berjalan sepanjang dinding posterior bronkus. Vena bronkialis yang besar mengalirkan darahnya ke dalam sistem azigos, yang kemudian bermuara pada vena kava superior dan mengembalikan darah ke atrium kanan. Vena bronkialis yang lebih kecil akan mengalirkan darah vena pulmonalis.Karena sirkulasi bronkial tidak berperanan pada pertukaran gas, darah yang tidak teroksigenasi mengalami pirau sekitar 2% sampai 3% curah jantung.
Arteri pulmonalis yang berasal dari ventriel kanan mengalrkan darah vena campuran ke paru-paru dimana darah tersebut mengambil bagian dalam pertukaran gas. Jalinan kapiler paru-paru yang halus mengitari dan menutupi alveolus, merupakan kontak erat yang diperlukan untuk proses pertukaran gas antara alveolus dan darah. Darah yang teroksigenasi kemudian dikembalikan melalui vena pulmonalis ke ventrikel kiri yang selanjutnya membagikannya kepada sel-sel melalui sirkulasi sistemi

faal jantung

Fisiologi Jantung

Gambaran Anatomis
Jantung pada dasarnya adalah suatu pompa ganda yang menghasilkan tekanan pendorong agar darah mengalir melalui sirkulasi paru dan sirkulasi sistemik. Jantung memiliki empat bilik: setiap belahan terdiri dari sebuah atrium, atau bilik masukan vena, dan sebuah ventrikel, atau bilik keluaran arteri. Empat katup jantung mengalirkan darah dalam arah yang sesuai dan mencegah darah mengalir dalam arah yang berlawanan. Jantung bersifat self-excitable, yaitu mencetuskan sendiri kontraksi beriramanya. Kontraksi serat-serat otot jantung yang tersusun seperti spiral menghasilkan efek memeras yang penting agar pemompaan berlangsung efisien. Yang juga penting agar pemompaan efektif adalah kenyataan bahwa serat-serat otot di setiap bilik bekerja sebagai sebuah sinsitium fungsional, berkontraksi sebagai satu kesatuan.

Aktivitas Listrik di Jantung
Impuls jantung berasal dari nodus SA, pemacu jantung, yang memiliki kecepatan depolarisasi spontan ke ambang yang tertinggi. Setelah dicetuskan, potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri, sebagian dipermudah oleh jalur penghantar khusus, tetapi sebagian besar melalui penyebaran impuls dari sel ke sel melalui gap junction. Impuls berjalan dari atrium ke dalam ventrikel melalui nodus AV, satu-satunya titik kontak listrik antara kedua bilik tersebut. Potensial aksi berhenti sebentar di nodus AV, untuk memastikan bahwa kontraksi atrium mendahului kontraksi ventrikel agar pengisian ventrikel berlangsung sempurna. Impuls kemudian dengan cepat berjalan ke septum antarventrikel melalui berkas His dan secara cepat disebarkan ke seluruh miokardium melalui serat-serat Purkinje. Sel-sel ventrikel lainnya diaktifkan melalui penyebaran impuls dari sel ke sel melalui gap junction. Dengan demikian, atrium berkontraksi sebagai satu kesatuan, diikuti oleh kontraksi sinkron ventrikel setelah suatu jeda singkat. Potensial aksi serat-serat jantung kontraktil memperlihatkan fase positif yang berkepanjangan, atau fase datar, yang disertai oleh periode kontraksi yang lama, untuk memastikan agar waktu ejeksi adekuat. Fase datar ini terutama disebabkan oleh pengaktifan saluran Ca++ lambat. Karena terdapat periode refrakter yang lama dan fase datar yang berkepanjangan, penjumlahan dan tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi. Hal ini memastikan bahwa terdapat periode kontraksi dan relaksasi yang berganti-ganti sehingga dapat terjadi pemompaan darah. Penyebaran aktivitas listrik ke seluruh jantung dapat direkam dari permukaan tubuh. Rekaman ini, EKG, dapat memberi informasi penting mengenai status jantung.

Proses Mekanis pada Siklus Jantung
Siklus jantung terdiri dari tiga kejadian penting:
1. Pembentukan aktivitas listrik sewaktu jantung secara otoritmis mengalami depolarisasi dan repolarisasi.
2. Aktivitas mekanis yang terdiri dari periode sistol (kontraksi dan pengosongan) dan diastol (relaksasi dan pengisian) berganti-ganti, yang dicetuskan oleh siklus listrik yang berirama.
3. Arah aliran darah melintasi bilik-bilik jantung, yang ditentukan oleh pembukaan dan penutupan katup-katup akibat perubahan tekanan yang dihasilkan oleh aktivitas mekanis.
Penutupan katup menimbulkan dua bunyi jantung normal. Bunyi jantung pertama disebabkan oleh penutupan katup atrioventrikel (AV) dan menandakan permulaan sistol ventrikel. Bunyi jantung kedua disebabkan oleh penutupan katup aorta dan pulmonalis pada permulaan diastol.
Dengan mengkaji perubahan-perubahan tekanan yang berkaitan dengan siklus jantung, dapat dilihat kurva tekanan atrium tetap rendah selama siklus jantung, dengan adanya sedikit fluktuasi (dalam keadaan normal bervariasi antara 0 dan 8 mmHg). Kurva tekanan aorta tetap tinggi, dengan fluktuasi sedang (dalam keadaan normal bervariasi antara tekanan sistolik 120 mmHg dan tekanan diastolik 80 mmHg). Kurva tekanan ventrikel berfluktuasi secara dramatis karena tekanan ventrikel harus di bawah tekanan atrium terendah selama diastol agar katup AV terbuka dan dapat terjadi pengisian ventrikel, dan harus di atas tekanan aorta tertinggi selama sistol agar katup aorta membuka, sehingga dapat terjadi pengosongan ventrikel. Dengan demikian, tekanan ventrikel dalam keadaan normal bervariasi dari 0 mmHg selama diastol ke sedikit lebih tinggi dari 120 mmHg selama sistol. Gangguan fungsi katup menimbulkan aliran darah yang turbulen, yang terdengar sebagai murmur (bising) jantung. Katup abnormal dapat bersifat stenotik (tidak membuka sempurna) atau insufisiensi (tidak menutup sempurna).

Curah jantung dan Kontrolnya
Curah jantung, volume darah yang disemprotkan oleh setiap ventrikel setiap menit, ditentukan oleh kecepatan denyut jantung dan volume sekuncup. Kecepatan denyut jantung berubah-ubah oleh perubahan keseimbangan pengaruh simpatis dan parasimpatis pada nodus SA. Stimulasi parasimpatis memperlambat kecepatan denyut jantung dan stimulasi simpatis mempercepatnya. Volume sekuncup bergantung pada (1) tingkat pengisian ventrikel, dengan peningkatan volume diastolik akhir menyebabkan volume sekuncup yang lebih besar melalui hubungan panjang-tegangan (kontrol intrinsik), dan (2) tingkat stimulasi simpatis, dengan peningkatan stimulasi simpatis menyebabkan peningkatan kontraktilitas jantung, yaitu peningkatan kekuatan kontraksi dan peningkatan volume sekuncup pada volume diastolik akhir tertentu (kontrol ekstrinsik).

Memelihara Otot Jantung
Otot jantung diberi oksigen dan nutrien oleh darah yang disalurkan oleh sirkulasi koroner, bukan oleh darah di dalam bilik-biliknya. Sebagian besar aliran darah koroner berlangsung selama diastol, karena sewaktu sistol pembuluh koroner tertekan oleh kontraksi otot jantung. Aliran darah koroner dalam keadaan normal berubah-ubah sesuai kebutuhan jantung akan oksigen. Aliran darah koroner dapat terganggu oleh pembentukan plak aterosklerotik, yang dapat menyebabkan penyakit jantung iskemik yang keparahannya bervariasi dari nyeri dada ringan sewaktu berolahraga sampai serangan jantung yang fatal. Penyebab pasti aterosklerosis tidak diketahui, tetapi tampaknya rasio kolesterol di dalam plasma berkaitan dengan lipoprotein berdensitas tinggi (HDL) dibandingkan dengan lipoprotein berdensitas rendah (LDL) merupakan suatu faktor penting.

A. Anatomi Thorax

1. Dinding dada
Tersusun dari tulang dan jaringan lunak. Tulang yang membentuk dinding dada adalah tulang iga, columna vertebralis torakalis, sternum, tulang clavicula dan scapula. Jarinan lunak yang membentuk dinding dada adalah otot serta pembuluh darah terutama pembuluh darah intrerkostalis dan torakalis interna.
a. Dasar torak
Dibentuk oleh otot diafragma yang dipersyarafi nervus frenikus. Diafragma mempunyai lubang untuk jalan Aorta, Vana Cava Inferior serta esofagus
b. Isi rongga torak.
Rongga pleura kiri dan kanan berisi paru-paru. Rongga ini dibatasi oleh pleura visceralis dan parietalis.
Rongga Mediastinum dan isinya terletak di tengah dada. Mediastinum dibagi menjadi bagian anterior, medius, posterior dan superior.
Rongga dada dibagi menjadi 3 rongga utama yaitu ;
1. Rongga dada kanan (cavum pleura kanan )
2. Rongga dada kiri (cavum pleura kiri)
3. Rongga dada tengah (mediastinum).
- Rongga Mediastinum
Rongga ini secara anatomi dibagi menjadi :
1. Mediastinum superior (gbr. 1), batasnya :
Atas : bidang yang dibentuk oleh Vth1, kosta 1 dan jugular notch.
Bawah : Bidang yang dibentuk dari angulus sternal ke Vth4
Lateral : Pleura mediastinalis
Anterior : Manubrium sterni.
Posterior : Corpus Vth1 – 4
2. Mediastinum inferior terdiri dari :
a. Mediastinum anterior
b. Mediastinum medius
c. Mediastinum Posterior
a. Mediastinum Anterior batasnya :
• Anterior : Sternum ( tulang dada )
• Posterior : Pericardium ( selaput jantung )
• Lateral : Pleura mediastinalis
• Superior : Plane of sternal angle
• Inferior : Diafragma.
b. Mediastinum Medium batasnya :
• Anterior : Pericardium
• Posterior ; Pericardium
• Lateral : Pleura mediastinalis
• Superior : Plane of sternal angle
• Inferior : Diafragma
c. Mediastinum posterior, batasnya :
• Anterior : Pericardium
• Posterior : Corpus VTh 5 – 12
• Lateral : Pleura mediastinalis
• Superior : Plane of sternal angle
• Inferior : Diafragma.
c. Batas-batas Thorax
Thorax adalah daerah antara sekat rongga badan (diafragma) dan leher.
Batas bawah thorax: – arcus costarum
o processus xhiphoideus
o garis penghubung antara puncak-puncak ketiga iga terakhir dan processus spinalis thoracal XII
Batas atas thorax: – incisura jugularis sterni
o clavicula
o garis penghubung antara articulus acromioclavicularis dan processus spinalis cervical VII
Bentuk thorax ditentukan oleh:
o rangka dada bagian tulang
o letak scapula
o otot-otot yang berjalan dari thorax ke anggota gerak atas: Mm pectoralis major dan minor, Mm latissimus dorsi
d. Dinding Thorax
1. Costae
Rangka toraks terluas adalah iga-iga (costae) yang merupakan tulang jenis osseokartilaginosa. Memiliki penampang berbentuk konus, dengan diameter penampang yang lebih kecil pada iga teratas dan makin melebar di iga sebelah bawah. Di bagian posterior lebih petak dan makin ke anterior penampang lebih memipih.
Terdapat 12 pasang iga : 7 iga pertama melekat pada vertebra yang bersesuaian, dan di sebelah anterior ke sternum. Iga VIII-X merupakan iga palsu (false rib) yang melekat di anterior ke rawan kartilago iga diatasnya, dan 2 iga terakhir merupakan iga yang melayang karena tidak berartikulasi di sebelah anterior.
Setiap iga terdiri dari caput (head), collum (neck), dan corpus (shaft). Dan memiliki 2 ujung : permukaan artikulasi vertebral dan sternal.
Bagian posterior iga kasar dan terdapat foramen-foramen kecil. Sedangkan bagian anterior lebih rata dan halus. Tepi superior iga terdapat krista kasar tempat melekatnya ligamentum costotransversus anterior, sedangkan tepi inferior lebih bulat dan halus.
Pada daerah pertemuan collum dan corpus di bagian posterior iga terdapat tuberculum. Tuberculum terbagi menjadi bagian artikulasi dan non artikulasi.
Penampang corpus costae adalah tipis dan rata dengan 2 permukaan (eksternal dan internal), serta 2 tepi (superior dan inferior). Permukaan eksternal cembung (convex) dan halus; permukaan internal cekung (concave) dengan sudut mengarah ke superior. Diantara batas inferior dan permukaan internal terdapat costal groove, tempat berjalannya arteri-vena-nervus interkostal.
Iga pertama merupakan iga yang penting oleh karena menjadi tempat melintasnya plexus brachialis, arteri dan vena subklavia. M.scalenus anterior melekat di bagian anterior permukaan internal iga I (tuberculum scalenus), dan merupakan pemisah antara plexus brachialis di sebelah lateral dan avn subklavia di sebelah medial dari otot tersebut.
Sela iga ada 11 (sela iga ke 12 tidak ada) dan terisi oleh m. intercostalis externus dan internus. Lebih dalam dari m. intercostalis internus terdapat fascia transversalis, dan kemudian pleura parietalis dan rongga pleura. Pembuluh darah dan vena di bagian dorsal berjalan di tengah sela iga (lokasi untuk melakukan anesteri blok), kemudian ke anterior makin tertutup oleh iga. Di cekungan iga ini berjalan berurutan dari atas ke bawah vena, arteri dan syaraf (VAN). Mulai garis aksilaris anterior pembuluh darah dan syaraf bercabang dua dan berjalan di bawah dan di atas iga. Di anterior garis ini kemungkinan cedera pembuluh interkostalis meningkat pada tindakan pemasangan WSD.

2. Vertebra
Untuk bedah toraks sebetulnya tidak banyak yang harus diketahui mengenai vertebra kecuali bahwa persendiannya dengan kosta. Vertebra torakalis pertama (T 1)mempunyai satu persendian yang lengkap dengan iga I dan setengah persendian dengan iga II. Selanjutnya T2-T8 mempunyai dua persendian, di atas dan di bawah korpus vertebra (untuk iga II sampai dengan VIII). Sedang dari T9-T12 hanya mempunyai satu persendian dengan iga. Semua ini penting untuk melepaskan iga dari korpus vertebra pada waktu melakukan torakotomi.
Yang perlu juga diketahui adalah ligamentum longitudinalis anterior; di depan ligamentum ini terdapat suatu ruangan (space) dengan susunan jaringan ikat yang longgar dan merupakan “jalan” untuk descending infection dari daerah leher menuju mediastinum. Susunan thorax memperlihatkan susunan metameri (tembereng), terutama pada lapisan-lapisan dalam seperti: saraf dan pembuluh antar iga, iga-iga, Mm intercostals dalam spatial intercostalis.
Lapisan-lapisan dinding thorax terdiri atas:
1. Lapisan luar: kulit, jaringan lemak bawah kulit, dan fascia-fascia otot.
2. Lapisan tengah: otot-otot, saraf, pembuluh darah.
Otot-otot dinding depan dan sisi thorax:
o M. pectoralis major dan minor
o M. serratus anterior
o M. rectus abdominis
o M. obliquus abdominis externus
Otot-otot dinding dorsalis thorax:
 M. latissimus dorsi
 M. trapezius
 Mm. rhamboides major dan minor
 M. serraus posterior, superior, inferior
 Mm. sacrospinalis, spinalis, semispinalis
Saraf-saraf :
o Rami dorsales Nn. Intercostals
o N. accessories XI
o Nn. Thoracici ventralis
o N. subscapularis
o Cabang-cabang Nn. Intercostals

Arteria:
• A. thoracoacromialis
• A. thoracica lateralis
• A. thoracodorsalis
Rami dorsales Aa. Intercostals Vena: sesuai dengan arteiae.
3. Lapisan dalam:
Thorax bagian tulang,
Otot-otot antar iga:
 Mm. intercostals interni
 Mm. intercostals externi
Pembuluh antar iga:
 A. thoracica
 A. subclavia:
- A. thoracica interna:
^ rami intercostals
^ A. musculophrenica
- Truncus costocervicalis
Saraf antar iga:
Nn. intercostales I-XII

B. Fisiologi torak :
• Inspirasi : dilakukan secara aktif
• Ekspirasi : dilakukan secara pasif
• Fungsi respirasi :
Ø Ventilasi : memutar udara.
Ø Distribusi : membagikan
Ø Diffusi : menukar CO2 dan O2
Ø Perfusi : darah arteriel dibawah ke jaringan.

B. Anatomi dan Fisiologi Jantung dan Paru-paru

1. Anatomi Jantung

Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada diantara kedua paru.Terdapat selaput yang mengitari jantung yang disebut perikardium, terdiri dari dua lapisan:
- Perikardium parietalis : lapisan luar melekat pada tulang dada dan paru
- Perikardium viseralis : lapisan permukaan jantung/ epikardium

Diantara kedua lapisan ini terdapat cairan perikardium.

1. Anatomi Jantung
a. Dinding jantung terdiri dari 3lapisan :
1. Lapisan luar (epikardium)
2. Lapisan tengah (Miokardium)
3. Lapisan dalam (endokardium)
b. Ruang – Ruang Jantung
Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium(serambi) dan 2 berdinding tebal disebut ventrikel (bilik).

1. Atrium
a. Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh. Kemudian darah dipompakan ke ventrikel kanan melalui katub dan selanjutnya ke paru.
b. Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis. Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta.

Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.

2. Ventrikel
Merupakan alur alur otot yang disebut trabekula. Alur yang menonjol disebut muskulus papilaris, ujungnya dihubungkan dengan tepi daun katub atrioventrikuler oleh serat yang disebut korda tendinae.
a. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri pulmonalis
b. Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta

Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.

c. Katup Katup Jantung

1. Katup atrioventrikuler
Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai 3 buah daun katup ( trikuspid). Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup ( Mitral). Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel pada fase diastole dan mencegah aliran balik pada fase sistolik.

2. Katup Semilunar
a. Katup Pulmonal terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan.
b. Katup Aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta.

Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang simetris. Dan katup ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama sistole dan mencegah aliran balik pada waktu diastole.
Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah arteri.

d. Pembuluh Darah Koroner

1. Arteri
Dibagi menjadi dua :
- Left Coronary Arteri (LCA) : left main kemudian bercabang besar menjadi: left anterior decending arteri(LAD), left circumplex arteri (LCX)
- Right Coronary Arteri

2. Vena: vena tebesian, vena kardiaka anterior, dan sinus koronarius.

2. Fungsi Sistem Cardiovascular

Lingkaran sirkulasi dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonalis

a. Sirkulasi Sistemik
1. Mengalirkan darah ke berbagi organ
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4. Banyak mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatik panjang

b. Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru
2. Hanya berfungsi untuk paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. hanya sedikit mengalai tahanan
5. Kolom hidrostatik pendek

c. Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen untuk miokardium melalui cabang cabang intar miokardial yang kecil. Aliran darah koroner meningkat pada:
1. Aktifitas
2. Denyut jantung
3. Rangsang sistem syaraf simpatis
Diantara atrium kanan dan ventrikel kana nada katup yang memisahkan keduanya yaitu ktup tricuspid, sedangkan pada atrium kiri dan ventrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke ventrikel.

1. Right Coronary
2. Left Anterior Descending
3. Left Circumflex
4. Superior Vena Cava
5. Inferior Vena Cava
6. Aorta
7. Pulmonary Artery
8. Pulmonary Vein
9. Right Atrium
10. Right Ventricle
11. Left Atrium
12. Left Ventricle
13. Papillary Muscles
14. Chordae Tendineae
15. Tricuspid Valve
16. Mitral Valve
17. Pulmonary Valve

2. Fisiologi Jantung
Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm.
Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.
Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus.
Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum
Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis.
Selaput yang membungkus jantung disebut pericardium dimana teridiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara pericardium dan epicardium. Epicardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endocardium.
Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Pada orang awan atrium dikenal dengan serambi dan ventrikel dikenal dengan bilik.
Fungsi utama jantung adalah memompa darh ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Selain itu otot jantung juga mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik.
Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot yang tipis karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan.
Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh selalu didahului oleh aktifitas listrik. Aktifitas listrik inidimulai pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada celah antara vena cava suiperior dan atrium kanan. Pada nodus SA mengawali gelombang depolarisasi secara spontan sehingga menyebabkan timbulnya potensial aksi yang disebarkan melalui sel-sel otot atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, serabut Purkinje dan akhirnya ke seluruh otot ventrikel.

Oleh karena itu jantung tidak pernah istirahat untuk berkontraksi demi memenuhi kebutuhan tubuh, maka jantung membutuhkan lebih banyak darah dibandingkan dengan organ lain. Aliran darah untuk jantung diperoleh dari arteri koroner kanan dan kiri. Kedua arteri koroner ini keluar dari aorta kira-kira ½ inchi diatas katup aorta dan berjalan dipermukaan pericardium. Lalu bercabang menjadi arteriol dan kapiler ke dalam dinding ventrikel. Sesudah terjadi pertukaran O2 dan CO2 di kapiler , aliran vena dari ventrikel dibawa melalui vena koroner dan langsung masuk ke atrium kanan dimana aliran darah vena dari seluruh tubuh akan bermuara.
Sirkulasi darah ditubuh ada 2 yaitu sirkulasi paru dan sirkulasi sistemis. Sirkulasi paru mulai dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis, arteri besar dan kecil, kapiler lalu masuk ke paru, setelah dari paru keluar melalui vena kecil, vena pulmonalis dan akhirnya kembali ke atrium kiri. Sirkulasi ini mempunyai tekanan yang rendah kira-kira 15-20 mmHg pada arteri pulmonalis.
Sirkulasi sistemis dimulai dari ventrikel kiri ke aorta lalu arteri besar, arteri kecil, arteriole lalu ke seluruh tubuh lalu ke venule, vena kecil, vena besar, vena cava inferior, vena cava superior akhirnya kembali ke atrium kanan.

Sirkulasi sistemik mempunyai fungsi khusus sebagai sumber tekanan yang tinggindan membawa oksigen ke jaringan yang membutuhkan. Pada kapiler terjadin pertukaran O2 dan CO2 dimana pada sirkulasi sistemis O2 keluar dan CO2 masuk dalam kapiler sedangkan pada sirkulasi paru O2 masuk dan CO2 keluar dari kapiler.
Volume darah pada setiap komponen sirkulasi berbeda-beda. 84% dari volume darah dalam tubuh terdapat pada sirkulasi sistemik, dimana 64% pada vena, 13% pada arteri dan 7 % pada arteriol dan kapiler.
3. Anatomi Paru-paru
Pleura terdiri atas:
1. Pleura visceralis, yang meliputi paru-paru dengan erat.
2. Pleura parietalis:
 Pleura costalis (pars costovertebralis pleura).
 Pleura mediastinalis ( pars diaphragmatica pleura).
 Pleura mediastinalis ( pars mediastinalis pleura).
 Cupula pleura (pleura cervicalis).
Persarafan pleura:
1. Pleura parietalis oleh: – N. phrenicus.
- Nn. Intercostales.
2. Pleura visceralis oleh: saraf-saraf symphaticus.
Pada paru-paru terdapat beberapa facies, yaitu:
1. Facies diaphragmatica ( basis pulmonis), yang berhadapan dengan pleura diaphragmatica.
2. Facies costalis, yang berhadapan dengan pleura costalis.
3. Facies mediastinalis, yang berhadapan dengan pleura mediastinalis.
Nama-nama “Broncho Pulmonary Segments”
Pulmo Dextra Pulmo Sinistra
Lobus Segmentum Lobus Segmentum
Superior Apicale Superior Apicoposterius
Posterius Anterius
Anterius Lingulare posterius
Medius Laterale Lingulare inferius
Mediale Inferior Apicale
Inferior Apicale Antero-mediobasale
Mediobasale Laterobasale
Anterobasale Posterobasale
Laterobasale
Posterobasale
Pembuluh darah paru:
1. A. dan Vv. Pulmonales yang berhubungan dengan faal pernafasan.
2. Aa. Dan Vv. Bronchiales, yang berhubungan dengan pertukaran zat di jaringan paru.

Persarafan paru:
1. Serabut symphaticus, yang berasal dari truncus symphaticus (Th. III, IV, V).
2. Serabut parasymphaticus dari N vagus.

C. Sistem Konduksi Jantung

Di dalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang mengahntarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus:

1. Otomatisasi : menimbulkan impuls/rangsang secara spontan
2. Irama : pembentukan rangsang yang teratur
3. Daya konduksi : kemampuan untuk menghantarkan
4. Daya rangsang : kemampuan bereaksi terhadap rangsang

Perjalan impuls/rangsang dimulai dari:
1. Nodus SA (sino atrial)
- traktus iternodal
- Brachman bundle
2. Nodus AV (atrio ventrikel)
3. Bundle of HIS ( bercabang menjadi dua: kanan dan kiri):
- Rihgt bundle branch
- Left bundel brac
4. Sistem PURKINJE

a. Siklus Jantung
1. Fase kontraksi isovolumetrik
2. Fase ejeksi cepat
3. Fase diastasis
4. Fase pengisian cepat
5. Fase relaksasi isovolumetrik

b. Perjalanan konduksi jantung
Umumnya jantung berkontraksi secara ritmik sekitar 70 sampai 90 denyut per menit pada orang dewasa dalam keadaan istirahat. Kontraksi ritmik berasal secara spontan darisistem konduksi dan impulsnya menyebar ke berbagai bagian jantung; awalnya atrium berkontraksi bersama-sama dan kemudian diikuti oleh kontraksi ke dua ventrikel secara bersama-sama. Sedikit penundaan penghantaran impuls dari atrium ke ventrikel memungkinkan atrium mengosongkan isinya ke dalam ventrikel sebelum ventrikel berkontraksi.
Sistem konduksi jantung terdiri atas otot jantung khusus yang terdapat pada nodus sinuatrialis, nodus atrioventricularis, fasciculus atrioventricularis beserta dengancrus dextrum dan crus sinistrumnya, dan plexus jantung yang membentuk sistem konduksi jantung dikenal sebagai serabut purkinje.

Nodus Sinuatrialis
Nodus Sinuatrialis terletak pada dinding atrium dextrum di bagian atas sulcus terminalis, tepat di sebelah kanan muara vena cava superior. Dan Nodus ini merupakan asal impuls ritmik elektronik yang secara spontan disebarkan ke seluruh otot-otot jantung atrium dan menyebabkan otot-otot ini berkontraksi.

Nodus atrioventricularis
Nodus atrioventricularis terletak pada bagian bawah septum ineratriale tepat di atas tempat perlekatan cuspis septalis valva tricuspinalis. Dari sini, impuls jantung dikirim ke ventrikel oleh fasciculus atriovenricularis. Nodus atrioventricularis distimulari oleh gelombang eksitasi pada waktu gelombang ini melalui myocardium atrium.
Kecepatan konduksi impuls jantung melalui nodus atriovenricularis ( sekitar 0,11 detik) memberikan waktu yang cukup untuk atrium mengosongkan darahnya ke dalam ventrikel sebelum ventrikel mulai berkontraksi.

Fasciculus Atrioventricularis
Fasciculus atrioventricularis (berkas dari His) merupakan satu-satunya jalur serabut otot jantung yang menghubungkan myocardium atrium dan myocadium ventriculus, oleh karena itu fasciculus ini merupakan satu-satunya jalan yang dipergunakan oleh impuls jantung dari atrium ke ventrikel. Fasciculus ini berjalan turun melalui rangka fibrosa jantung.
Fasciculus atrioventricularis kemudian berjalan turun di belakang cuspis septalis valva tricuspidalis untuk mencapai pinggir inferior pars membranacea septum interventriculare. Pada pinggir pars muscularis septum, fasciculs ini terbelah menjadi dua cabang, satu cabang untuk setiap ventrikel. Cabang berkas kanan berjalan turun pada sisi kanan septum interventriculare untuk mencapai trabecula septomarginalis, tempat cabang ini menyilang dinding anterior ventriculus dexter. Di sini cabang tersebut melanjut sebagai serabut-serabut plexus purkinje.
Cabang berkas kiri menembus septum dan berjalan turun pada sisi kiri di bawah endocardium. Biasanya cabang ini bercabang dua ( anterior dan posterior), yang akhirnya melanjutkan diri sebagai serabut-serabut plexus Purkinje ventriculus sinister.
Jadi terlihat bahwa sistem konduksi jantung bertanggung jawab tidak hanya untuk pembentukkan impuls jantung tetapi untuk penghantaran impuls ini dengan cepat ke selurh myocardium jantung, sehingga ruang-ruang jantung berkontraksi secara terkoordinasi dan efisien.
Aktivitas sistem konduksi/ penghantar dapat dipengaruhi oleh saraf otonom yang menyarafi jantung. Saraf parasimpatis memperlambat irama dan mengunakan kecepatan penghantaran impuls; saraf simpatis mempunyai efek yang berlawanan.

Jalur konduksi internodus
Impuls dari nodus sinuatrialis kenyataanya berjalan ke nodus atrioventricularis lebih cepat daripada kesanggupannya berjalan sepanjang myocardium melalui jalan yang seharusnya. Fenomena ini dijelaskan dengan adanya jalur-jalur khusus di dalam dinding atrium, yang terdiri atas struktur campuran antara serabut-serabut Purkinje dan sel-sel otot jatung. Jalur Internodus anterior meninggalkan ujung anterior nodus sinuatrialis dan berjalan ke anterior menuju ke muara vena cava superior. Jalur ini berjalan turun pada septum atrium dan berakhir pada nodus atrioventricularis. Jalur Internodus medius meninggalkan ujung posterior nodus sinoatrialis dan berjalan ke posterior menuju muara vena cava superior. Jalur ini turun ke tricularis. Jalur internodus posterior meninggalkan bagian posterior nodus sinuatrialis dan turun melalui crista terminalis dan valva vena cava inferior menuju ke nodus atrioventricularis.

Suplai darah untuk sistem konduksi
Nodus sinoatrialis biasanya diperdarahi oleh arteriaconoria dextra tetapi kadang-kadang pleh arteri conoria sinistra. Nodus dan fasciculus atrioventricularis diperdarahi oleh arteri conoria dextra. Cabang berkas kanan fasciculus atrioventricularis diperdarahi oleh arteri conoria sinistra; cabnag berkas kiri fasciculus atrioventricularis diperdarahi oleh arteri conoria sinistra dan arteri conoria dextra.

Persarafan pada jantung
Jantung dipersarafi oleh serabut simpatisdan parasimpatis susunan saraf otonom melalui plexus cardiacus yang terletak di bawah arcus aortae. Saraf simpatis berasal dari bagian cervicale dan thoracale bagian atas truncus symphaticus, dan persarafan parasimpatis berasal dari nervus vagus.
Serabut-serabut postganglionik simpatis berakhir di nodus sinuatrialis dan nodus atrioventricularis, serabut-serabut otot jantung, dan arteriae conoriae. Perangsangan serabut-serabut saraf ini menghasilkan akselerasi jantung, meningkatnyadaya kontraksi otot jantung, dan dilatasi arteriae conoriae.
Serabut-serabut postganglionik parasimpatis berakhir pada nodus sinuatrialis, nodus atrioventricularis dan ateriae cononariae. Perangsangan saraf parasimpatis dapat mengakibatkan berkurangnya denyut dan daya kontraksi jantung dan konstriksi arteriae cononariae.
Serabut-serabut aferen yang berjalan bersama saraf simpatis membawa impuls saraf yang biasanya tidak dapat disadari. Akan tetapi, bila suplai darah ke myocardium terganggu, impuls rasa nyeri dirasakan melalui lintasan tersebut. Serabut-serabut aferen yang berjalan bersama nervus vagus mengambil bagian dalam refleks kardiovaskular.

Cara kerja jantung
Jantung merupakan kerja muskular. Serangkaian perubahan yang terjadi di dalam jantung pada saat pengisian darah dan pengosongan darah disebut sebagai Siklus Jantung. Jantung normal berdeyut sekitar 70 sampai 90 kali permenit pada orang dewasa yang sedang istirahat dan sekitar 130 sampai 150 kali per menit pada anak yang baru lahir.
Darah secara terus menerus kembali ke jantung, dan selam sistolik ventrikel (kontraksi), saat valva atrioventricularis tertutup, darah untuk sementara di tampung dalam vena-vena besar dan atrium. Bila ventrikel mengalami diastolik (relaksasi), valva atrioventricularis membuka, dan darah secara psif mengalir dari atrium ke ventrikel. Waktu ventrikel hampir penuh, terjadi sistolik atrium dan memaksa sisa darah dalam atrium masuk kedalam ventrikel.Nodus sinuatrialis memulai gelombang kontraksi pada atrium, Yang dimulai sekitar muara-muara vena-vena besardan ”memeras” darah ke ventrikel. Dengan cara ini tidak terdapat refluks darah ke dalam vena.
Impuls jantung yang telah mencapai nodus atrioventricularis diteruskan ke musculi papillares melalui fasciculus atrioventricularis dan cabang-cabangnya. Musculi papillares lalu mulai berkontraksi dan memendekkan chordae tendineae yangnkendur. Sementara itu, ventrikel mulai berkontraksi dan valva atrioventricularis menutup. Penyebaran impuls jantung sepanjang fasciculus atrioventricularis dan cabang-cabang terminalnya, terjadi myocardium terjadi hampir bersamaan waktunya di seluruh ventrikel.
Bila tekanan darah intraventrikular melebihi tekanan di dalam arteri-arteri besar (aorta dan truncus pulmonalis), cuspis valvula semilunaris terdorong ke samping dan darah dikeluarkan dari jantung. Pada akhir sistolik ventrikel, darah mulai bergerak kembali ventrikel dan dengan segera mengisi kantong-kantong valvula semilunaris. Cuspis terletak dalam keadaan aposisi dan menutupi ostium aortae dan pulmonalis dengan sempurna.

Nama-nama penyakit

Posted on 22.50 No Comments
Label: Seputar Penyakit
 Berikan obat anti TBC secara teratur dan sesuai aturan
 Berikan makana yang bergizi (tidak harus mahal)
 Penuhi kebutuhan istirahat
 Berikan minum yang lebih banyak (kecuali anak menderita penyakit jantung / gagal ginjal / penyakit sejenis)
 Perbaiki lingkungan rumah dan tempat bermain anak penderita TBC ( ventilasi, kebersihan, mengupayakan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah, dll)
 Hindari kontak dengan penderita TBC (paru) aktif di sekitar rumah




Read More......

CARA MENCEGAH KAMBUHNYA RHEUMATIK & MENGURANGI RASA NYERI

Posted on 22.33 No Comments
Label: Seputar Penyakit
1. Istirahat yang cukup
2. Hindari kerja berat
3. Minum minuman yang tinggi kalsium seperti susu
4. Olahraga ringan secara teratur
5. Berjemur di panas Matahari pagi ( Jam 7.00 – 8.00 )
6. Hindari makanan yang mengandung asam urat
7. Periksa kesehatan kePuskesmas minimal 6 bulan sekali

CARA MENGURANGI NYERI
1. Kompres dingin
Digunakan jika sendi yang sakit bengkak dengan warna kemerahan. Cara nya basahi handuk kecil/waslap dengan air es lalu diperas dan ditempelkan pada sendi yang sakit.
2. Kompres hangat
Digunakan jika sendi yang sakit mengalami bengkak tanpa adanya warna kemerahan. Caranya basahi handuk kecil/waslap dengan air hangat lalu peras kemudian tempelkan handuk pada sendi yang sakit tersebut




Read More......

Tanda & Gejala & Penyebaran serta Pencegahan HIV/AIDS

Posted on 04.56 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
APA ITU HIV/AIDS …???
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV(Human Immunodeficiency Virus) di dalam tubuh manusia

BAGAIMANA SIH...CARA PENYEBARAN HIV/AIDS...??
• Melalui darah : transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.
• Melalui cairan semen, air mani (sperma/perju pria) : berhubungan badan tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral seks,dsb.
• Melalui cairan vagina : berhubungan badan tanpa menggunakan pengaman,pinjam-meminjam alat bantu seks,oral seks,dsb.
• Melalui air susu ibu : Bayi meminum ASI dari wanita HIV+

APA AJA SIH...TANDA & GEJALA HIV/AIDS...???
• Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat
• Demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Kelainan kulit dan iritasi (gatal)
• Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
• Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha

APA AJA YANG DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH HIV/AIDS... ???
• Gunakan selalu jarum suntik yang steril dan baru setiap kali akan melakukan penyuntikan atau proses lain yang mengakibatkan terjadinya luka
• Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks aman (artinya : hubungan seks yang tidak memungkinkan tercampurnya cairan kelamin, karena hal ini memungkinkan penularan HIV)
• Bila ibu hamil dalam kedaan HIV+ sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya sendiri adn bayinya, sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan.

Daftar pustaka
1.Nursalam,DR.2000.HIV/AIDS.Jaka rta : Salemba
2.loggongtanah.multiply.com
3.www.infopenyakit.com/2007/12/penyakit-aids


Read More......

FAKTOR PENCETUS ASMA/ASTHMA dan PERAWATAN & PENANGGULANGANNYA

Posted on 07.27 No Comments
Label: Seputar Penyakit
FAKTOR PENCETUS ASTHMA
Hal-hal yang dapat mencetuskan serangan ashma pada penderita asma sering disebut pula sebagai alergen, antara lain:
 Debu rumah
 Bulu-bulu binatang, tungau
 serbuk bunga
 asap rokok/ asap pabrik atau kendaraan
 makanan dan minuman tertentu
 udara dingin
 Stres atau banyak pikiran

CARA PERAWATAN
Untuk perawatan penderita dirumah perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
 Upayakan penderita bertempat dikamar yang sirkulasi/ pertukaran udara/nya baik
 Upayakan penderita menghindari sesuatu yang mungkin menjadi pencetus serangan asthma
 Upayakan penderita menghindari minuman yang mengandung alcohol, kopi dan goring-gorengan yang mengandung banyak lemak
 Upayakan penderita untuk melatih pernafasan semampunya, minimal tiap pagi dan sore
 Upayakan penderita berjemur diri pada pagi hari dan mandi dengan air hangat
 Berilah minum yang banyak bila penderita merasa haus
 Bila cuaca dingin kenakan baju tebal dan hangat, bila perlu kompres dengan botol berisi air panas, terutama pada bagian dada dan punggungnya
 Penderita agar menghindari tekanan emosi dan lelah yang tidak perlu, tetap tenang dan jangan mengungkapkan perasaan berlebihan
 Upayakan penderita menghindari merokok
 Pada waktu terjadi serangan yang lama penghirupan uap air biasanya
akan menolong meringankan penderita


= TIPS PRAKTIS UNTUK
PENANGGULANGAN ASMA =

A. KOMPRES DENGAN AIR PANAS
1. Bahan :
Botol kosongyang tahan panas, misalnya botol bekas sirup, lengkap dengan tutupnya
Air mendidih secukupnya
Karet gelang dan plastik pembungkus secukupnya
Kain pembungkus secukupnya

2. Pemakaian
 Penuhi botol dengan air mendidih kemudian tutup rapat-rapat.
 Bungkuslah mulut botol yang telah ditutup tersebut dengan lembaran plastik lalu ikat dengan karet gelang.
 Kemudian bungkuslah botol yang berisi air panas tersebut seluruhnya dengan kain pembungkus beberapa lapis.
 Ukur temperatur panas botol tidak lebih tinggi dari temperatur badan manusia agar terasa nyaman, tidak perlu terlalu panas.
 Pergunakan botol panas yang telah dilapisi kain tersebut untuk menghangatkan badan penderita, terutama bagian dada dan punggungnya. Bila panas botol mulai berkurang kain pembungkusnya bisa dibuka selapis demi selapis hingga tinggal botol telanjang
 Menurut pengalaman,biasanya botol yang isinya 650 cc dapat dipakai untuk menghangatkan tubuh penderita antara 7 – 10 jam.



Read More......

Penyakit Kulit, Tanda dan Gejala, Cara Penularan, Dampak dan Upaya Pencegahannya

Posted on 21.37 No Comments
Label: Seputar Penyakit
Penyakit Kulit
Merupakan suatu penyakit yang menyerang kulit permukaan tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab.

Beberapa Penyebab Penyakit Kulit:
1. Kebersihan diri yang buruk
2. Virus
3. Bakteri
4. Reaksi Alergi
5. Daya tahan tubuh rendah

Tanda dan Gejala Penyakit Kulit
 Gatal-gatal (saat pagi, siang, malam, ataupun sepanjang hari)
 Muncul bintik-bintik merah/ bentol-bentol/ bula-bula yang berisi cairan bening ataupun nanah pada kulit permukaan tubuh
 Timbul ruam-ruam
 Kadang disertai demam
Kemungkinan Cara Penularan
 Penularan langsung; sentuhan/bersinggungan langsung dengan penderita
 Melalui perantara; melalui pakaian, selimut, handuk, sabun mandi yang dipakai oleh penderita.

Upaya Pencegahan Terjadinya Penularan
 Tingkatkan kebersihan giri
 Tingkatkan kekebalan tubuh dengan cara banyak mengkonsumsi makanan bergizi (multivitamin) dan istirahat yang cukup.a
 Hindari kontak langsung dengan penderita, bila bersinggungan/bersentuhan dengan penderita segera cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir bila perlu menggunakan sabun
 Hindari penggunaan perlengkapan pribadi secara bersamaan (selimut, pakaian, handuk, sabun mandi, dll)
 Lakukan perawatan dan pengobatan pada anggota keluarga yang menderita penyakit kulit yang cenderung menular.

Dampak yang mungkin terjadi bila penyakit kulit yang cenderung menular tidak diutangani secara cepat dan benar
 Gangguan rasa nyaman gatal meningkat/berlarut-larut
 Meningkatkan risiko penularan kepada anggota keluarga yang lain
 Kerusakan jaringan kulit
 Gangguan/hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
 Masalah kesehatan kemungkinan bertambah (gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat)
Cara Perawatan Penyakit Kulit
1. Hindari menggaruk area yang gatal, bila gatal lebih baik diusap-usap atau bisa juga direndam air hangat (tetapi harus dipastikan tidak ada luka/ bula-bula yang berisi cairan/nanah tidak pecah)
2. Pada area yang gatal dan terdapat luka/ bekas bula yang pecah hindari terkena air (bila di permukaan tubuh terdapat luka/ bekas bula yang pecah untuk sementara waktu jangan mandi)
3. Bila terdapat bula yang berisi nanah/cairan yang pecah, segera keringkan menggunakan kapas, dan buang kapas pada tempat sampah (jangan dileytakkan disembarang tempat).
4. Jaga kebersihan diri dan ganti pakaian sehari minimal sekali.
5. Tingkatkan kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahat secara cukup.
6. Lakukan kompres menggunakan rivanol pada daerah bekas bula yang pecah atau daerah yang bernanah.
source: Tugas kul. PSIK Unpad

Read More......

Nama-nama penyakit

Menampilkan entri yang lain dengan label Seputar Penyakit. Tampilkan entri lawas
Menampilkan entri yang lain dengan label Seputar Penyakit. Tampilkan entri lawas

Tips mencegah penyakit Jantung Koroner

Posted on 06.07 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
Pola makanan sehat
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Sebaik mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng. Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.

Berhenti merokok
Menghisap rokok tidak baik untuk kesihatan jantung, maka berhentilah merokok agar jantung tetap sihat.

Hindari Stres
Stres memang sangat sukar dihindari jika hidup di bandar yang terkenal dengan kesibukannya. Semasa seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh ketika menghadapi stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di pejabat atau di rumah.

Hipertensi
masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi juga boleh menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat mencederakan dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

Obesitas
Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengubati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Olahraga secara teratur
Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.



Konsumsi antioksidan
Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menimbulkan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

Keturunan
Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Kerana itu, jika Anda memiliki kaum yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat melindungi jantung sihat.
(sumber:berbagai sumber)

Read More......

Akibat Lanjut dari Stroke & Cara Pencegahannya

Posted on 05.59 No Comments
Label: Seputar Penyakit
AKIBAT LANJUT DARI STROKE
1. Kelemahan fisik yang lebih berat (gangguan fisik)
2. Penyembuhan penyakit lama
3. Biaya untuk penyembuhan mahal
4. Tidak bias memenuhi aktivitas sehari-hari
5. Dapat menyebabkan kematian

CARA PENCEGAHAN SROKE
1. Periksa kesehatan setiap 6 bulan
2. Olah raga atau aktivitas fisik secara teratur
3. Gaya hidup sehat
4. Hindari terjadinya resiko cedera

Latihan Pergerakan anggota tubuh yang mengalami kelemahan/kekakuan
 Ubah posisi minimal setiap 2 jam (terlentang dan miring)
 Lakukan latihan rentang garak aktif dan pasif pada tangan dan kaki
 Sokong tangan dan kaki dalam posisi fungsional.
 Perhatikan kulit terutama pada daerah-daerah yang menonjol secara teratur. Lakukan pemijatan secara hati-hati pada daerah yang kemerahan dan berikan alat Bantu seperti bantalan lunak
(tugas kuliah)

Read More......

Perawatan Penderita TBC

Posted on 22.50 No Comments
Label: Seputar Penyakit
 Berikan obat anti TBC secara teratur dan sesuai aturan
 Berikan makana yang bergizi (tidak harus mahal)
 Penuhi kebutuhan istirahat
 Berikan minum yang lebih banyak (kecuali anak menderita penyakit jantung / gagal ginjal / penyakit sejenis)
 Perbaiki lingkungan rumah dan tempat bermain anak penderita TBC ( ventilasi, kebersihan, mengupayakan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah, dll)
 Hindari kontak dengan penderita TBC (paru) aktif di sekitar rumah




Read More......

CARA MENCEGAH KAMBUHNYA RHEUMATIK & MENGURANGI RASA NYERI

Posted on 22.33 No Comments
Label: Seputar Penyakit
1. Istirahat yang cukup
2. Hindari kerja berat
3. Minum minuman yang tinggi kalsium seperti susu
4. Olahraga ringan secara teratur
5. Berjemur di panas Matahari pagi ( Jam 7.00 – 8.00 )
6. Hindari makanan yang mengandung asam urat
7. Periksa kesehatan kePuskesmas minimal 6 bulan sekali

CARA MENGURANGI NYERI
1. Kompres dingin
Digunakan jika sendi yang sakit bengkak dengan warna kemerahan. Cara nya basahi handuk kecil/waslap dengan air es lalu diperas dan ditempelkan pada sendi yang sakit.
2. Kompres hangat
Digunakan jika sendi yang sakit mengalami bengkak tanpa adanya warna kemerahan. Caranya basahi handuk kecil/waslap dengan air hangat lalu peras kemudian tempelkan handuk pada sendi yang sakit tersebut




Read More......

Tanda & Gejala & Penyebaran serta Pencegahan HIV/AIDS

Posted on 04.56 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
APA ITU HIV/AIDS …???
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV(Human Immunodeficiency Virus) di dalam tubuh manusia

BAGAIMANA SIH...CARA PENYEBARAN HIV/AIDS...??
• Melalui darah : transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.
• Melalui cairan semen, air mani (sperma/perju pria) : berhubungan badan tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral seks,dsb.
• Melalui cairan vagina : berhubungan badan tanpa menggunakan pengaman,pinjam-meminjam alat bantu seks,oral seks,dsb.
• Melalui air susu ibu : Bayi meminum ASI dari wanita HIV+

APA AJA SIH...TANDA & GEJALA HIV/AIDS...???
• Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat
• Demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Kelainan kulit dan iritasi (gatal)
• Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
• Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha

APA AJA YANG DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH HIV/AIDS... ???
• Gunakan selalu jarum suntik yang steril dan baru setiap kali akan melakukan penyuntikan atau proses lain yang mengakibatkan terjadinya luka
• Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks aman (artinya : hubungan seks yang tidak memungkinkan tercampurnya cairan kelamin, karena hal ini memungkinkan penularan HIV)
• Bila ibu hamil dalam kedaan HIV+ sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya sendiri adn bayinya, sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan.

Daftar pustaka
1.Nursalam,DR.2000.HIV/AIDS.Jaka rta : Salemba
2.loggongtanah.multiply.com
3.www.infopenyakit.com/2007/12/penyakit-aids


Read More......

Nama-nama penyakit

Menampilkan entri yang lain dengan label Seputar Penyakit. Tampilkan entri lawas
Menampilkan entri yang lain denagan label Seputar Penyakit. Tampilkan entri lawas

Faktor Pencetus, Tanda & Gejala Asma

Posted on 14.34 komentar (2)
Label: Seputar Penyakit
A. PENGERTIAN
Asthma merupakan penyakit dimana penderitanya mengalami kesulitan mengeluarkan udara pernafasan.
Masyarakat sering menyebutnya “BENGEK” karena jika bernafas berbunyi “ngik” atau mengi.
B. TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala yang dialami penderita asthma antara lain:
 Pernafasan terasa sesak dan sulit
 Pada bagian tekak terasa tertekan
 Ruang dada agak mengembung
 Terdengar bunyi mengi (wheezing) saat mengeluarkan nafas
 Badan terasa lemah dan kadang-kadang wajahnya kebiruan

C. FAKTOR PENCETUS ASTHMA
Hal-hal yang dapat mencetuskan serangan ashma pada penderita asthma sering disebut pula sebagai alergen, antara lain:
 Debu rumah
 Bulu-bulu binatang, tungau
 serbuk bunga
 asap rokok/ asap pabrik atau kendaraan
 makanan dan minuman tertentu
 udara dingin
 Stres atau banyak pikiran
(Catatan Kuliah)

Tag : Pengertian Asma, Tanda-tanda Asma, Gejala Asthma, Faktor Pencetus Asthma, Bunyi Asma





Read More......

Komplikasi TBC

Posted on 23.17 No Comments
Label: Seputar Penyakit
1. Hemoptisis berat ==> sumbatan jalan napas bawah & syok hipovolemik
2. Kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial
3. Bronkhiektasis (pelebaran bronchus) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru
4. Pneumothoraks ==> udara di dalam rongga pleura
5. Penyebaran TB ke jaringan lain ==> otak, tulang, ginjal, dll
6. Insufisiensi Kardiopulmonal

TBC tanpa pengobatan
TBC tanpa pengobatan secara alamiah setelah 5 tahun ==> 50% penderita meninggal, 25% sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh tinggi dan 25% sebagai “kasus kronik”




Read More......

Pengertian Gastroentritis

Posted on 18.24 No Comments
Label: Seputar Penyakit

Gastroenteritis adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan bersifat mendadak datangnya serta berlangsung dalam waktu kurang dari dua minggu
Penyebab
 Virus
- Rotavirus
- Norwalk Agent
 Bakteri:
- Escherichia coli
» E. Coli enterotoksigenik
» E. Coli enteropatogenik
» E. Coli enteroinvasif
- Salmonella
- Shigella
- Vibrio cholerae
- Vibrio campylobacter
 Parasit :
- Candida
Read More......

TIPS PRAKTIS UNTUK PENANGGULANGAN ASTHMA

Posted on 08.03 No Comments
Label: Seputar Penyakit
A. KOMPRES DENGAN AIR PANAS
1. Bahan :
 Botol kosong yang tahan panas, misalnya botol bekas sirup, lengkap dengan tutupnya
 Air mendidih secukupnya
 Karet gelang dan plastik pembungkus secukupnya
 Kain pembungkus secukupnya

2. Pemakaian
 Penuhi botol dengan air mendidih kemudian tutup rapat-rapat.
 Bungkuslah mulut botol yang telah ditutup tersebut dengan lembaran plastik lalu ikat dengan karet gelang.
 Kemudian bungkuslah botol yang berisi air panas tersebut seluruhnya dengan kain pembungkus beberapa lapis.
 Ukur temperatur panas botol tidak lebih tinggi dari temperatur badan manusia agar terasa nyaman, tidak perlu terlalu panas.
 Pergunakan botol panas yang telah dilapisi kain tersebut untuk menghangatkan badan penderita, terutama bagian dada dan punggungnya. Bila panas botol mulai berkurang kain pembungkusnya bisa dibuka selapis demi selapis hingga tinggal botol telanjang
 Menurut pengalaman,biasanya botol yang isinya 650 cc dapat dipakai untuk menghangatkan tubuh penderita antara 7 – 10 jam.

B. PENGHIRUPAN UAP AIR
1. Peralatan dan air:
 Botol kosong yang tahan panas, misalnya botol bekas sirup
 Kertas karton ± 30 cm
 Karet gelang
 Kain pembungkus
 Waskom kecil
 Sendok teh
 Corong kecil
 Vick Vaporub/ Balsem atau sejenisnya
 Air mendidih secukupnya

2. Pemakaian
 Tuangkan air mendidih sebanyak volume botol yang tersedia kedalam Waskom,kemudian ambil seujung sendok teh vick Vaporub atau balsam secukupnya dan campurkan ke dalam air mendidih lalu aduk sampai larut.
 Masukan air ke dalam botol dengan menggunakan corong
 Gulung kertas karton sebesar ujung botol lalu masukan ujung botol ke dalam gulungan kertas ± 10 cm lalu ikat dengan karet gelang.
 Bungkus botol dengan kain pembungkus
 Hisaplah uap air yang keluar dari ujung kertas sampai terasa hangat.
(created imas :berbagai sumber kuliah)

Read More......

Tips mencegah penyakit Jantung Koroner

Posted on 06.07 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
Pola makanan sehat
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Sebaik mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng. Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.

Berhenti merokok
Menghisap rokok tidak baik untuk kesihatan jantung, maka berhentilah merokok agar jantung tetap sihat.

Hindari Stres
Stres memang sangat sukar dihindari jika hidup di bandar yang terkenal dengan kesibukannya. Semasa seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh ketika menghadapi stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di pejabat atau di rumah.

Hipertensi
masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi juga boleh menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat mencederakan dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

Obesitas
Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengubati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Olahraga secara teratur
Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

Nama-nama penyakit

Menampilkan entri terbaru dengan label Seputar Penyakit. Tampilkan entri lawas
Menampilkan entri terbaru dengan label Seputar Penyakit. Tampilkan entri lawas

PENYEBAB BRONCHOPNEUMONIA, TANDA & GEJALA

Posted on 22.41 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
Bronkopneumonia adalah pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbecak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisir dalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya.
MAU TAU PENYEBAB BRONCHOPNEUMONIA
#Streptococcus pneumoniae
#Mycoplasma pneumoniae
#virus influenza
#klebsiella
#pneumocyctis carinii
#bersifat mendadak dan cenderung menahun.

Nah ini tanda dan gejalanya..
#Menggigil
#Demam timbul dengan cepat
#Nyeri dada seperti ditusuk-tusuk saat bernafas atau batuk
#Sesak nafas
#Suara nafas nendengkur
#Hidung terlihat kembang kempis
#Penggunaan otot bantu pernafasan
#Sakit kepala
#Banyak keringat
#Sputum kental

Bagaimana cara pengobatannya ??
#Berikan dorongan untuk sering batuk dan mengeluarkan dahak pada anak yang berusia lebih besar
#Ajarkan nafas dalam
#Saat tidut setengah duduk ,ubah posisi klien dengan teratur
#Lakukan menepuk punggung untuk mengencerkan sekresi & meningkatkan pengeluaran secret
#Lakukan tindakan pencegahan infeksi
#Tingkatkan higine oral yang teratur
# DORONGAN UNTUK SERING BATUK DAN MENGELUARKAN SEKRESI
#AJARKAN LATIHAN NAFAS DALAM
#UBAH POSISI KLIEN DENGAN TERATUR
#Lakukan Terapi Fisik dada untuk mengencerkan sekresi dan meningkatkan pengeluaran sekret
#Lakukan tindakan pencegahan infeksi
#Tingkatkan higiene oral yang teratur
#Berikan dorongan pada individu untuk berhenti merokok dan mengurangi masukan alkohol

Source:Catatan Kuliah & Leaflet
Read More......

Tentang Miliaria

Posted on 00.49 No Comments
Label: Seputar Penyakit
Miliaria merupakan kelainan akibat dari retensi keringat pada duktus kelenjar ekrin yang tersumbat sebagai akibat sumbat keratinosa dalam duktus kelenjar.
Miliaria biasanya timbul apabila udaranya panas dan lembab. Penyumbatan ini dapat ditimbulkan oleh bakteri yang menimbulkan radang dan edema akibat penguapan yang tidak dapat keluar dan diabsorbsi oleh stratum corneum.
3 Macam Miliaria :
1. Miliaria Kristalina
- Keringat dapat keluar sampai stratum corneum.
- Terlihat vesikel kecil jernih, tidak bergejala, tidak meradang, dapat mendadak bererupsi profus disebagian besar permukaan tubuh, meninggalkan deskuamasi kecoklatan pada penyembuhan.
Vesikel mudah pecah karena gesekan dengan pakaian.
Miliaria tipe ini timbul paling sering pada bayi baru lahir karena immaturitas relatif dan patensi terlambat duktus keringat dan kecenderungan bayi dirawat dalam keadaan relatif hangat dan lembab.
Penyakit ini juga dapat terjadi pada penderita yang lebih tua, dengan hiperpireksia.
Secara Histopatologi vesikel intra kornea dan subkornea terlihat berhubungan dengan duktus keringat.

2. Miliria Rubra
- Merupakan lesi yang agak dalam ditandai dengan populo vesikel kecil atau Keringat yang merembes kedalam epidermis.
- Eritematosa yang dapat memberikan sensasi menusuk.
Lesi ini biasanya terletak pada tempat oklusi atau daerah lipatan, seperti leher, lipatan paha, dan aksila, gesekan memegang peran penting dalam patogenesisnya.
Miliaria rubra umumnya reversibel.
Suplemen vit C dapat membantu mengembalikan keringat normal pada kasus kambuhan.
Penggunaan antibiotika profilaksi dapat mencegah perkembangan miliaria rubra.
Serangan berulang miliaria rubra dapat menjadi miliaria profunda, yang disebabkan oleh rupturnya duktus keringat didalam kulit pada tinggkat perbatasan dermopidermis.

3. Miliaria Profunda
Miliaria berat dan luas atau miliaria profunda dapat mengakibatkan gangguan pengaturan panas.
Lesi miliaria rubra dapat menjadi terinfeksi, terutama pada bayi yang kurang gizi atau lemah,berkembang menjadi periporitistafilokokus yang melibatkan perluasan proses duktus keringat sampai kelenjar keringat.

Sumber:catatan kuliah
Read More......

Definisi/Pengertian Filariasis

Posted on 22.56 No Comments
Label: Seputar Penyakit
Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah ) yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain sehingga memnjadi beban keluarga, masyarakat dan negara. Di Indonesia penyakit Kaki Gajah tersebar luas hampir di Seluruh propinsi. Berdasarkan laporan dari hasil survei pada tahun 2000 yang lalu tercatat sebanyak 1553 desa di 647 Puskesmas tersebar di 231 Kabupaten 26 Propinsi sebagai lokasi yang endemis, dengan jumlah kasus kronis 6233 orang. Hasil survai laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas. Untuk memberantas penyakit ini sampai tuntas

WHO sudah menetapkan Kesepakatan Global ( The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020 (. Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan missal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun dilokasi yang endemis dan perawatan kasus klinis baik yang akut maupun kronis untuk mencegah kecacatan dan mengurangi penderitanya. Indonesia akan melaksanakan eliminasi penyakit kaki gajah secara bertahap dimulai pada tahun 2002 di 5 kabupaten percontohan. Perluasan wilayah akan dilaksanakan setiap tahun. Penyebab penyakit kaki gajah adalah tiga spesies cacing filarial yaitu; Wucheria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori. Vektor penular : Di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres yang dapat berperan sebagai vector penular penyakit kaki gajah.
Sumber : Kumpulan Leaflet Kuliah




Read More......

Definisi/Pengertian Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)

Posted on 18.58 komentar (2)
Label: Seputar Penyakit
Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti (betina), terutama menyerang anak remaja dan dewasa dan sering kali menyebabkan kematian bagi penderita(Effendy, Skp, 1995:1)

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypti, terutama menyerang anak remaja dan dewasa dengan gejala utama demam manifestasi perdarahan, nyeri otot dan sendi dan bertendensi mengakibatkan renjatan yang menyebabkan kematian.

Read More......

JENIS HERNIA

Posted on 22.32 No Comments
Label: Seputar Penyakit
1.Hernia reponible tanda dan gejalanya:
#Pasien merasa tidak enak di tempat penonjolan
#Ada penonjolan di salah satu lokasi abdomen misalnya inguinal, femoralis dan lain-lain. Benjolan timbul saat mengejan BAB, mengangkat beban berat ataupun saat aktivitas berat dan hilang pada waktu istirahat baring.
#Kadang-kadang perut kembung.
#Apabila terjadi perlengketan pada kantung hernia dan isi hernia maka tidak dapat dimasukkan lagi (ireponibel)
2.Hernia inkar serata, tanda dan gejalanya :
#Adanya gambaran obstruksi usus dimana pasien mengalami obstipasi, muntah, tidak flatus, perut kembung dan dehidrasi
#Terjadinya ganguan cairan elektrolit dan asam basa.
Read More......

Penyebab Diare Akut (Diare Sekresi & Osmotik)

Posted on 14.08 No Comments
Label: Seputar Penyakit

Ditinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat dibagi dalam 2 golongan, yaitu :
1. Diare sekresi (Secretory Diarrhoea), disebabkan oleh :
a. Infeksi bakteri (Shigella, salmonella, E.coli, staphylococcus, aoreus, vibria cholerae, dll).
Infeksi virus (rotavirus, norwaik, astrovirus, calcivirus, coronavirus, adenovirus, dll)
Infeksi parasit (protozoa, balantidium coli, giardia lamblia, capilaria philippinensis, isospora billi, cryptosporodium, fasiolopsis buski, sarcocystis suihaminis, dll)
b. Hiperperistaltik usus halus yang dapat disebabkan oleh bahan-bahan kimia, makanan (misalnya keracunan makanan, makanan yang pedas, terlalu asam), gangguan psikis (takut, gugup), gangguan saraf, hawa dingin, alergi, dsb.
c. Defesiensi imun terutama SigA (secretory immunoglobulin A) yang mengakibatkan terjadinya / berlipatgandanya flora usus dan jamur terutama candida.

2. Diare Osmotik (Osmotic Diarrhoea), disebabkan oleh :
a. Malabsorpsi makanan
- karbohidrat (laktosa, maltosa, sukrosa, glukosa, fruktosa, galaktosa)
- lemak (Long Chain Triglyceride)
- protein (asam amino, B laktoglobulin)
- vitamin dan mineral
b. KKP (Kekurangan Kalori Protein)
c. BBLR (Bayi Berat Badan Lahir Rendah)
d. Keracunan (food poisoning)
e. Alergi (milk alergy, food alergy)

source : Buku EGC
Read More......

Bentuk Kelainan Pada Anak Dengan Syndrom Down

Posted on 14.02 No Comments
Label: Seputar Penyakit
Berat badan waktu lahir dari bayi dengan syndrom down umumnya kurang dari normal.
Beberapa Bentuk Kelainan Pada Anak Dengan Syndrom Down :
1. Sutura Sagitalis Yang Terpisah
2. Fisura Palpebralis Yang Miring
3. Jarak Yang Lebar Antara Kaki
4. Fontarela Palsu
5. “Plantar Crease” Jari Kaki I Dan II
6. Hyperfleksibilitas
7. Peningkatan Jaringan Sekitar Leher
8. Bentuk Palatum Yang Abnormal
9. Hidung Hipoplastik
10. Kelemahan Otot Dan Hipotonia
11. Bercak Brushfield Pada Mata
12. Mulut Terbuka Dan Lidah Terjulur
13. Lekukan Epikantus (Lekukan Kulit Yang Berbentuk Bundar) Pada Sudut Mata Sebelah Dalam
14. Single Palmar Crease Pada Tangan Kiri Dan Kanan
15. Jarak Pupil Yang Lebar
16. Oksiput Yang Datar
17. Tangan Dan Kaki Yang Pendek Serta Lebar
18. Bentuk / Struktur Telinga Yang Abnormal
19. Kelainan Mata, Tangan, Kaki, Mulut, Sindaktili
20. Mata Sipit

Tag : Jenis Down Syndrome, ciri-ciri down syndrome



Read More......

Gejala & Perilaku Autisme

Posted on 13.57 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
Perilaku autisme dapat digolongkan dalam 2 jenis :

a. Eksesif (berlebihan) misalnya hiperaktif, tantrum, menjerit, mengepak, menggigit, mencakar, memukul, sering terjadi self abuse.

b. Defisit (kekurangan) misalnya gangguan bicara, perilaku sosial kurang sesuai, defisit sensori, emosi tidak tepat (tertawa tanpa sebab, menangis tanpa sebab dan melamun).

Umumnya penderita autis infantil memperlihatkan pertumbuhan fisik yang wajar dan normal seperti pada tingkat kemampuan gerak (berjalan, merangkak, berdiri), kemampuan bercakap-cakap, dan berinteraksi dengan lingkungannya. Anak dengan autis juga dapat meniru beberapa lagu yang didengarkannya atau dapat mengunakan panca indranya dengan normal dan luas ketika mengeksploraesi lingkungannya. Walaupun terdapat kenormalan pada proses pertumbuhannya, pada anak penderita autis didapati keterbatasan dalam memfungsikan organnya.
source: Handojo. 2003. Autis. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer dan sumber lain diinternet


Tag : Gejala dini autisme, seputar autisme, tentang autis, gangguan autis, tanda-tanda anak autis, pertumbuhan fisik anak autis
Read More......

Jenis Kelainan Autisme

Posted on 13.51 No Comments
Label: Seputar Penyakit
1) Childhood autisme yaitu kelainan pertumbuhan anak sejak lahir sampai usia 3 tahun.
2) Atypical autisme yaitu kelainan pertumbuhan pada anak sesudah usia 3 tahun.
3) Reff’s syndrom yang umumnya pada anak perempuan.
4) Overach disorder associated with Mental Retardation and Stereotyped Movement.
5) Childhood Disintegrative Disorders.
6) Asperges Syndrom.
7) Other persasive development Disorder.


Tag : Jenis Autisme, Seputar Autisme, Mekanisme Autis




Read More......

Faktor Pencetus, Tanda & Gejala Asma

Posted on 14.34 komentar (2)
Label: Seputar Penyakit
A. PENGERTIAN
Asthma merupakan penyakit dimana penderitanya mengalami kesulitan mengeluarkan udara pernafasan.
Masyarakat sering menyebutnya “BENGEK” karena jika bernafas berbunyi “ngik” atau mengi.
B. TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala yang dialami penderita asthma antara lain:
 Pernafasan terasa sesak dan sulit
 Pada bagian tekak terasa tertekan
 Ruang dada agak mengembung
 Terdengar bunyi mengi (wheezing) saat mengeluarkan nafas
 Badan terasa lemah dan kadang-kadang wajahnya kebiruan

C. FAKTOR PENCETUS ASTHMA
Hal-hal yang dapat mencetuskan serangan ashma pada penderita asthma sering disebut pula sebagai alergen, antara lain:
 Debu rumah
 Bulu-bulu binatang, tungau
 serbuk bunga
 asap rokok/ asap pabrik atau kendaraan
 makanan dan minuman tertentu
 udara dingin
 Stres atau banyak pikiran
(Catatan Kuliah)

Tag : Pengertian Asma, Tanda-tanda Asma, Gejala Asthma, Faktor Pencetus Asthma, Bunyi Asma





Read More......

Komplikasi TBC

Posted on 23.17 No Comments
Label: Seputar Penyakit
1. Hemoptisis berat ==> sumbatan jalan napas bawah & syok hipovolemik
2. Kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial
3. Bronkhiektasis (pelebaran bronchus) dan fibrosis (pembentukan jaringan ikat pada proses pemulihan atau reaktif) pada paru
4. Pneumothoraks ==> udara di dalam rongga pleura
5. Penyebaran TB ke jaringan lain ==> otak, tulang, ginjal, dll
6. Insufisiensi Kardiopulmonal

TBC tanpa pengobatan
TBC tanpa pengobatan secara alamiah setelah 5 tahun ==> 50% penderita meninggal, 25% sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh tinggi dan 25% sebagai “kasus kronik”




Read More......

Pengertian Gastroentritis

Posted on 18.24 No Comments
Label: Seputar Penyakit

Gastroenteritis adalah buang air besar dengan frekuensi yang meningkat dan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan bersifat mendadak datangnya serta berlangsung dalam waktu kurang dari dua minggu
Penyebab
 Virus
- Rotavirus
- Norwalk Agent
 Bakteri:
- Escherichia coli
» E. Coli enterotoksigenik
» E. Coli enteropatogenik
» E. Coli enteroinvasif
- Salmonella
- Shigella
- Vibrio cholerae
- Vibrio campylobacter
 Parasit :
- Candida
Read More......

TIPS PRAKTIS UNTUK PENANGGULANGAN ASTHMA

Posted on 08.03 No Comments
Label: Seputar Penyakit
A. KOMPRES DENGAN AIR PANAS
1. Bahan :
 Botol kosong yang tahan panas, misalnya botol bekas sirup, lengkap dengan tutupnya
 Air mendidih secukupnya
 Karet gelang dan plastik pembungkus secukupnya
 Kain pembungkus secukupnya

2. Pemakaian
 Penuhi botol dengan air mendidih kemudian tutup rapat-rapat.
 Bungkuslah mulut botol yang telah ditutup tersebut dengan lembaran plastik lalu ikat dengan karet gelang.
 Kemudian bungkuslah botol yang berisi air panas tersebut seluruhnya dengan kain pembungkus beberapa lapis.
 Ukur temperatur panas botol tidak lebih tinggi dari temperatur badan manusia agar terasa nyaman, tidak perlu terlalu panas.
 Pergunakan botol panas yang telah dilapisi kain tersebut untuk menghangatkan badan penderita, terutama bagian dada dan punggungnya. Bila panas botol mulai berkurang kain pembungkusnya bisa dibuka selapis demi selapis hingga tinggal botol telanjang
 Menurut pengalaman,biasanya botol yang isinya 650 cc dapat dipakai untuk menghangatkan tubuh penderita antara 7 – 10 jam.

B. PENGHIRUPAN UAP AIR
1. Peralatan dan air:
 Botol kosong yang tahan panas, misalnya botol bekas sirup
 Kertas karton ± 30 cm
 Karet gelang
 Kain pembungkus
 Waskom kecil
 Sendok teh
 Corong kecil
 Vick Vaporub/ Balsem atau sejenisnya
 Air mendidih secukupnya

2. Pemakaian
 Tuangkan air mendidih sebanyak volume botol yang tersedia kedalam Waskom,kemudian ambil seujung sendok teh vick Vaporub atau balsam secukupnya dan campurkan ke dalam air mendidih lalu aduk sampai larut.
 Masukan air ke dalam botol dengan menggunakan corong
 Gulung kertas karton sebesar ujung botol lalu masukan ujung botol ke dalam gulungan kertas ± 10 cm lalu ikat dengan karet gelang.
 Bungkus botol dengan kain pembungkus
 Hisaplah uap air yang keluar dari ujung kertas sampai terasa hangat.
(created imas :berbagai sumber kuliah)

Read More......

Tips mencegah penyakit Jantung Koroner

Posted on 06.07 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
Pola makanan sehat
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang. Sebaik mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng. Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat. Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.

Berhenti merokok
Menghisap rokok tidak baik untuk kesihatan jantung, maka berhentilah merokok agar jantung tetap sihat.

Hindari Stres
Stres memang sangat sukar dihindari jika hidup di bandar yang terkenal dengan kesibukannya. Semasa seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh ketika menghadapi stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di pejabat atau di rumah.

Hipertensi
masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi juga boleh menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat mencederakan dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

Obesitas
Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengubati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Olahraga secara teratur
Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.



Konsumsi antioksidan
Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menimbulkan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

Keturunan
Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Kerana itu, jika Anda memiliki kaum yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat melindungi jantung sihat.
(sumber:berbagai sumber)

Read More......

Akibat Lanjut dari Stroke & Cara Pencegahannya

Posted on 05.59 No Comments
Label: Seputar Penyakit
AKIBAT LANJUT DARI STROKE
1. Kelemahan fisik yang lebih berat (gangguan fisik)
2. Penyembuhan penyakit lama
3. Biaya untuk penyembuhan mahal
4. Tidak bias memenuhi aktivitas sehari-hari
5. Dapat menyebabkan kematian

CARA PENCEGAHAN SROKE
1. Periksa kesehatan setiap 6 bulan
2. Olah raga atau aktivitas fisik secara teratur
3. Gaya hidup sehat
4. Hindari terjadinya resiko cedera

Latihan Pergerakan anggota tubuh yang mengalami kelemahan/kekakuan
 Ubah posisi minimal setiap 2 jam (terlentang dan miring)
 Lakukan latihan rentang garak aktif dan pasif pada tangan dan kaki
 Sokong tangan dan kaki dalam posisi fungsional.
 Perhatikan kulit terutama pada daerah-daerah yang menonjol secara teratur. Lakukan pemijatan secara hati-hati pada daerah yang kemerahan dan berikan alat Bantu seperti bantalan lunak
(tugas kuliah)

Read More......

Perawatan Penderita TBC

Posted on 22.50 No Comments
Label: Seputar Penyakit
 Berikan obat anti TBC secara teratur dan sesuai aturan
 Berikan makana yang bergizi (tidak harus mahal)
 Penuhi kebutuhan istirahat
 Berikan minum yang lebih banyak (kecuali anak menderita penyakit jantung / gagal ginjal / penyakit sejenis)
 Perbaiki lingkungan rumah dan tempat bermain anak penderita TBC ( ventilasi, kebersihan, mengupayakan sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah, dll)
 Hindari kontak dengan penderita TBC (paru) aktif di sekitar rumah




Read More......

CARA MENCEGAH KAMBUHNYA RHEUMATIK & MENGURANGI RASA NYERI

Posted on 22.33 No Comments
Label: Seputar Penyakit
1. Istirahat yang cukup
2. Hindari kerja berat
3. Minum minuman yang tinggi kalsium seperti susu
4. Olahraga ringan secara teratur
5. Berjemur di panas Matahari pagi ( Jam 7.00 – 8.00 )
6. Hindari makanan yang mengandung asam urat
7. Periksa kesehatan kePuskesmas minimal 6 bulan sekali

CARA MENGURANGI NYERI
1. Kompres dingin
Digunakan jika sendi yang sakit bengkak dengan warna kemerahan. Cara nya basahi handuk kecil/waslap dengan air es lalu diperas dan ditempelkan pada sendi yang sakit.
2. Kompres hangat
Digunakan jika sendi yang sakit mengalami bengkak tanpa adanya warna kemerahan. Caranya basahi handuk kecil/waslap dengan air hangat lalu peras kemudian tempelkan handuk pada sendi yang sakit tersebut




Read More......

Tanda & Gejala & Penyebaran serta Pencegahan HIV/AIDS

Posted on 04.56 komentar (1)
Label: Seputar Penyakit
APA ITU HIV/AIDS …???
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV(Human Immunodeficiency Virus) di dalam tubuh manusia

BAGAIMANA SIH...CARA PENYEBARAN HIV/AIDS...??
• Melalui darah : transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.
• Melalui cairan semen, air mani (sperma/perju pria) : berhubungan badan tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral seks,dsb.
• Melalui cairan vagina : berhubungan badan tanpa menggunakan pengaman,pinjam-meminjam alat bantu seks,oral seks,dsb.
• Melalui air susu ibu : Bayi meminum ASI dari wanita HIV+

APA AJA SIH...TANDA & GEJALA HIV/AIDS...???
• Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat
• Demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
• Kelainan kulit dan iritasi (gatal)
• Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
• Pembengkakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha

APA AJA YANG DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH HIV/AIDS... ???
• Gunakan selalu jarum suntik yang steril dan baru setiap kali akan melakukan penyuntikan atau proses lain yang mengakibatkan terjadinya luka
• Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks aman (artinya : hubungan seks yang tidak memungkinkan tercampurnya cairan kelamin, karena hal ini memungkinkan penularan HIV)
• Bila ibu hamil dalam kedaan HIV+ sebaiknya diberitahu tentang semua resiko dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya sendiri adn bayinya, sehingga keputusan untuk menyusui bayi dengan ASI sendiri bisa dipertimbangkan.

Daftar pustaka
1.Nursalam,DR.2000.HIV/AIDS.Jaka rta : Salemba
2.loggongtanah.multiply.com
3.www.infopenyakit.com/2007/12/penyakit-aids


Read More......

FAKTOR PENCETUS ASMA/ASTHMA dan PERAWATAN & PENANGGULANGANNYA

Posted on 07.27 No Comments
Label: Seputar Penyakit
FAKTOR PENCETUS ASTHMA
Hal-hal yang dapat mencetuskan serangan ashma pada penderita asma sering disebut pula sebagai alergen, antara lain:
 Debu rumah
 Bulu-bulu binatang, tungau
 serbuk bunga
 asap rokok/ asap pabrik atau kendaraan
 makanan dan minuman tertentu
 udara dingin
 Stres atau banyak pikiran

CARA PERAWATAN
Untuk perawatan penderita dirumah perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:
 Upayakan penderita bertempat dikamar yang sirkulasi/ pertukaran udara/nya baik
 Upayakan penderita menghindari sesuatu yang mungkin menjadi pencetus serangan asthma
 Upayakan penderita menghindari minuman yang mengandung alcohol, kopi dan goring-gorengan yang mengandung banyak lemak
 Upayakan penderita untuk melatih pernafasan semampunya, minimal tiap pagi dan sore
 Upayakan penderita berjemur diri pada pagi hari dan mandi dengan air hangat
 Berilah minum yang banyak bila penderita merasa haus
 Bila cuaca dingin kenakan baju tebal dan hangat, bila perlu kompres dengan botol berisi air panas, terutama pada bagian dada dan punggungnya
 Penderita agar menghindari tekanan emosi dan lelah yang tidak perlu, tetap tenang dan jangan mengungkapkan perasaan berlebihan
 Upayakan penderita menghindari merokok
 Pada waktu terjadi serangan yang lama penghirupan uap air biasanya
akan menolong meringankan penderita


= TIPS PRAKTIS UNTUK
PENANGGULANGAN ASMA =

A. KOMPRES DENGAN AIR PANAS
1. Bahan :
Botol kosongyang tahan panas, misalnya botol bekas sirup, lengkap dengan tutupnya
Air mendidih secukupnya
Karet gelang dan plastik pembungkus secukupnya
Kain pembungkus secukupnya

2. Pemakaian
 Penuhi botol dengan air mendidih kemudian tutup rapat-rapat.
 Bungkuslah mulut botol yang telah ditutup tersebut dengan lembaran plastik lalu ikat dengan karet gelang.
 Kemudian bungkuslah botol yang berisi air panas tersebut seluruhnya dengan kain pembungkus beberapa lapis.
 Ukur temperatur panas botol tidak lebih tinggi dari temperatur badan manusia agar terasa nyaman, tidak perlu terlalu panas.
 Pergunakan botol panas yang telah dilapisi kain tersebut untuk menghangatkan badan penderita, terutama bagian dada dan punggungnya. Bila panas botol mulai berkurang kain pembungkusnya bisa dibuka selapis demi selapis hingga tinggal botol telanjang
 Menurut pengalaman,biasanya botol yang isinya 650 cc dapat dipakai untuk menghangatkan tubuh penderita antara 7 – 10 jam.



Read More......

Penyakit Kulit, Tanda dan Gejala, Cara Penularan, Dampak dan Upaya Pencegahannya

Posted on 21.37 No Comments
Label: Seputar Penyakit
Penyakit Kulit
Merupakan suatu penyakit yang menyerang kulit permukaan tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab.

Beberapa Penyebab Penyakit Kulit:
1. Kebersihan diri yang buruk
2. Virus
3. Bakteri
4. Reaksi Alergi
5. Daya tahan tubuh rendah

Tanda dan Gejala Penyakit Kulit
 Gatal-gatal (saat pagi, siang, malam, ataupun sepanjang hari)
 Muncul bintik-bintik merah/ bentol-bentol/ bula-bula yang berisi cairan bening ataupun nanah pada kulit permukaan tubuh
 Timbul ruam-ruam
 Kadang disertai demam
Kemungkinan Cara Penularan
 Penularan langsung; sentuhan/bersinggungan langsung dengan penderita
 Melalui perantara; melalui pakaian, selimut, handuk, sabun mandi yang dipakai oleh penderita.

Upaya Pencegahan Terjadinya Penularan
 Tingkatkan kebersihan giri
 Tingkatkan kekebalan tubuh dengan cara banyak mengkonsumsi makanan bergizi (multivitamin) dan istirahat yang cukup.
 Hindari kontak langsung dengan penderita, bila bersinggungan/bersentuhan dengan penderita segera cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir bila perlu menggunakan sabun
 Hindari penggunaan perlengkapan pribadi secara bersamaan (selimut, pakaian, handuk, sabun mandi, dll)
 Lakukan perawatan dan pengobatan pada anggota keluarga yang menderita penyakit kulit yang cenderung menular.

Dampak yang mungkin terjadi bila penyakit kulit yang cenderung menular tidak diutangani secara cepat dan benar
 Gangguan rasa nyaman gatal meningkat/berlarut-larut
 Meningkatkan risiko penularan kepada anggota keluarga yang lain
 Kerusakan jaringan kulit
 Gangguan/hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
 Masalah kesehatan kemungkinan bertambah (gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat)
Cara Perawatan Penyakit Kulit
1. Hindari menggaruk area yang gatal, bila gatal lebih baik diusap-usap atau bisa juga direndam air hangat (tetapi harus dipastikan tidak ada luka/ bula-bula yang berisi cairan/nanah tidak pecah)
2. Pada area yang gatal dan terdapat luka/ bekas bula yang pecah hindari terkena air (bila di permukaan tubuh terdapat luka/ bekas bula yang pecah untuk sementara waktu jangan mandi)
3. Bila terdapat bula yang berisi nanah/cairan yang pecah, segera keringkan menggunakan kapas, dan buang kapas pada tempat sampah (jangan dileytakkan disembarang tempat).
4. Jaga kebersihan diri dan ganti pakaian sehari minimal sekali.
5. Tingkatkan kekebalan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahat secara cukup.
6. Lakukan kompres menggunakan rivanol pada daerah bekas bula yang pecah atau daerah yang bernanah.
source: Tugas kul. PSIK Unpad

Read More......


Cari Blog Ini

my photos

my photos
Tema PT Keren Sekali. Gambar tema oleh fpm. Diberdayakan oleh Blogger.